From 
Ancaman/ Terror
TNI DAN POLRI GELAR PASUKAN DI JAYAPURA
By SP Daily
Aug 11, 2005, 12:16
JAYAPURA - Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polri menggelar pasukan dalam suatu upacara di pelataran Papua Trade Centre (PTC), Kelapa Dua, Jayapura, Papua, Kamis (11/8) pagi. Bertindak sebagai inspektur upacara Wakil Gubernur Papua Constan Karma.
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Inspektur Jenderal Polisi Dody Sumantiawan membantah gelar pasukan untuk antisipasi aksi yang akan dilakukan Dewan Adat Papua (DAP), besok.
Menurut dia, gelar pasukan itu untuk HUT ke-60 RI. Dia menegaskan, tidak ada rencana menambah pasukan di provinsi paling timur Indonesia itu.
Constan mengaku gelar pasukan ini baru pertama kali dilaksanakan di provinsi itu. Tapi, lanjutnya, hal ini tak ada kaitannya dengan rencana DAP yang berencana menggelar kegiatan pengembalian otonomi khusus (otsus).
Seperti Biasa
Dari pantauan Pembaruan di daerah Sentani, Waena, Abepura, Kotaraja dan Jayapura, aktivitas masyarakat berjalan seperti biasa.
Di sudut-sudut kota te- lah terpasang bendera Merah Putih yang akan dikibarkan selama 10 hari atas permintaan Pemerintah Provinsi Papua.
Sekretaris Umum DAP Leonard Imbiri sewaktu dihubungi secara terpisah memastikan, aksi pengembalian otsus kepada pemerintah pusat tetap akan dilakukan pada Jumat 12 Juli 2005.
"Aksi besok akan dilakukan secara damai. Kami bersama pihak kepolisian berkomitmen menjaga aksi besok bisa berjalan sesuai dengan harapan,"ujarnya.
Kemarin, tuturnya, DAP bertemu Kapolda dan menyepakati untuk menjaga situasi di Papua agar tetap aman dan kondusif.
Sekretaris Pemerintahan Dewan Adat Papua Fadal Al Hamid menambahkan, DAP tidak mengirim seorang delegasi pun bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kemarin. "Dan itu telah diputuskan dalam rapat pleno di STT (Sekolah Tinggi Teologi) Kijne. Surat keputusan hasil pleno juga telah kami kirimkan kepada Bapak Sefnat Ohee, bahwa beliau pergi atas nama pribadi, bukan atas nama Dewan Adat Papua. Bila atas nama Dewan Adat Papua konsekwensinya jabatan beliau sebagai Kepala Pemerintahan Dewan Adat Papua akan dicabut," paparnya. (ROB/W-5)
© Copyright 2003-2005 by WatchPAPUA
|