WAMENA-Musibah kecelakaan pesawat kembali terjadi di wilayah Papua. Jika baru-baru ini pesawat Merpati menabrak seekor Sapi di Merauke, demikian juga pesawat Aviastar menabrak seorang warga di Paniai, maka kasus kecelakaan pesawat kali ini menimpa pesawat Manunggal Air di Wamena. Pesawat tersebut terbakar di Landasan Bandara Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Kamis (6/3) sekitar pukul 09.00 WIT.
Pesawat cargo jenis Transall C-160 yang dipiloti oleh Capten J. Jarot H itu ludes terbakar dalam sekejap, apalagi pesawat itu diketahui mengangkut bahan bakar minyak (BBM) dan sejumlah barang lainnya. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sebab tujuh awak pesawatnya berhasil selamat.
Salah seorang saksi yang saat itu ada di Bandara Wamena, Drs. Izaak S. Karubaba saat ditanya Cenderawasih Pos di Bandara Sentani Kamis (6/3) sore, mengatakan, setelah pesawat yang berangkat dari Bandara Sentani itu mendarat di Bandara Wamena, tiba-tiba terlihat api dari ban kiri pesawat, sehingga begitu pesawat Manunggal Air itu telah berbelok dari landasan pacu dan berjalan menuju apron (tempat parkir pesawat), pesawat itu langsung terbakar.
"Pesawat itu langsung hangus terbakar karena di dalam pesawat itu mengangkut bahan bakar jenis solar dan avtur. Mobil pemadam kebakaran tidak bisa berbuat banyak, sebab dari dua mobil yang ada, satu diantaranya tidak berfungsi dan satunya lagi tidak dapat digunakan secara maksimal, sehingga seluruh tubuh pesawat itu hangus terbakar," kata pria yang merupakan Kepala Badan Perlindungan Masyarakat Provinsi Papua itu.
Hingga Jumat (7/3) pihak Manunggal belum bisa menjelaskan secara pasti penyebab terjadinya kebakaran pesawat itu. Areal Manager Manunggal Air Service, Dedy Budiharjo saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, pihaknya belum mengetahui persis penyebab peristiwa itu, mengingat untuk kepastiannya harus dilakukan penyidikan terlebih dahulu dari tim KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi).
"Pesawat berangkat dalam kondisi normal dan setibanya disana bisa dipastikan normal juga, namun tiba-tiba ada api yang menjalar dan itu yang kami sendiri belum bisa memastikan apa penyebabnya," ungkap Dedy saat ditemui di kantornya di Jl Yabaso Sentani.
Ia menjelaskan keberangkatan pesawat yang dikhususkan untuk muatan cargo ini mulai pukul 08.36 WIT dari Badar Udara Sentani dan tiba di Bandara Wamena sekitar pukul 09.20 WIT dengan membawa crew (Kru) sebanyak 7 orang masing-masing Kapten Pilot Jarot, Co Pilot Sumar Dwiyanto, Flat Enginering; Beni Harahap , Flat Operation Officer (FOO) Suwardi Hidayat, Airphone Mekanik (Amei); Warsito, Mekanik; Kusuma dan Firman.Namun dari ketujuh kru ini semua dinyatakan selamat.
Jadwal penerbangan pesawat tersebut menurut Dedy Budiharjo harus melihat kondisi cargo dimana dalam sehari bisa 3 hingga 4 kali penerbangan dengan rute tetap Jayapura-Wamena serta kapasitas muatan 10 ton."Dari daftar yang ada, semuanya berupa barang dan yang dibawa saat itu berupa drum berisikan solar, avtur dan ada juga general cargo lainnya," ujar Dedy yang menegaskan tidak ada penumpang lainnya karena berfungsi hanya sebagai pesawat cargo.
Pesawat yang diperkirakan rakitan tahun 1980 ini mulai operasional di Jayapura sejak tahun 1996 dan selama itu pula dikatakan tetap dilakukan pengecekan rutin soal kondisi mesin dan kondisi terakhir sebelum terbang tidak ditemukan hal-hal yang dapat menyebabkan kebakaran.
Pesawat Manunggal yang melayani cargo untuk wilayah Jayapura-Pegunungan Tengah ini hanya 2 unit dan dengan kejadian ini secara otomatis pihaknya hanya mengoperasikan 1 pesawat sambil menunggu keputusan dari pusat Jakarta."Kondisi yang saya lihat memang kondisinya terbakar berat dan sekarang pesawat tersebut diparkir di taxiway echo wamena sambil menunggu tim KNKT maupun perhubungan untuk melihat langsung," tandasnya.
Kabidhumas Polda Papua, Kombes Pol Drs Agus Rianto saat dihubungi Cenderawasih Pos membenarkan kecelakaan pesawat naas tersebut di Bandara Wamena, Kabupaten Jayawijaya Papua. "Pesawat Manunggal itu, mengangkut barang dan bahan bakar minyak (BBM) dari Jayapura ke Wamena dan terbakar beberapa saat setelah mendarat di bandara tersebut," ungkap Agus Rianto dihubungi Cenderawasih Pos, Kamis (6/3) kemarin.
Dalam musibah kebakaran ini, jelas Agus Rianto, sebanyak 8 orang yang berada didalam pesawat tersebut, dalam keadaan selamat. Diantaranya, pilot Capten Jarot dan co Pilot Sumar Dwiyanto dan Mekanik Benny Harapan bersama dengan 5 orang penumpanmg berhasil selamat dari musibah tersebut.
Hanya saja, berbagai barang yang termuat dalam pesawat tersebut yang beratnya diperkirakan sebanyak 10 ton hangus terbakar, bersama dengan badan pesawat. "Informasi dari pilotnya, ban belakang pesawat di bagian sebelah kiri pecah, mengakibatkan percikan api sehingga membakar badan pesawat," jelasnya.
Ditambahkan, api dengan cepat membesar dan tidak terkendali, karena pesawat tersebut membuat bahan bakar, selain itu barang-barang lainnya, bahkan kebakaran tersebut sulit dikendalikan akibat BBM yang terbakar, sehingga melalap hampir semua badan pesawat
Sementara Kapolres Jayawijaya AKBP Drs. Marolop Manik saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya mengatakan, dari keterangan beberapa saksi, awal mula terjadinya kebakaran pesawat itu diduga akibat terjadi trouble pada ban kiri pesawat.
"Saat bergerak menuju apron, tiba-tiba muncul api dari ban kiri, sehingga sebelum sampai di apron, pesawat itu sudah berhenti dan kemudian terbakar. Semua awak pesawat berhasil selamat dan untungnya pesawat itu sudah keluar dari landasan sehingga tidak mengganggu penerbangan, dimana penerbangan hanya kita tutup selama tiga jam saja dan setelah itu lalulintas penerbangan kembali normal," katanya.
Terkait perkembangan terbaru dari kasus terbakarnya pesawat ini, Jumat (7/3) sore kemarin, Kapolres Jayawijaya menjelaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengusut apakah terdapat unsur tindak pidana dalam kasus kebakaran ini. "Saksi-saksi yang telah dimintai keterangannya antara lain: tujuh awak pesawat, petugas menara bandara, beberapa orang dari dinas perhubungan dan beberapa orang yang hadir saat menjemput rombongan Menko Kesra," tuturnya.
Dikatakan, terkait kebakaran pesawat itu, tim dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Jumat (7/3) sekitar jam 10.00 WIT telah tiba di Bandara Wamena dan setelah melakukan penyelidikan, tim itu kembali lagi dan berangkat dari Bandara Wamena dengan pesawat Trigana Air sekitar pukul 16.00 WIT.
Tim KNKT yang datang itu diantaranya Frans Wenas, Tumenggung dan Sulaiman. Tim ini juga didampingi petugas dari Dinas Perhubungan yaitu Tri Musyogo, Solahudin dan Tito, serta didampingi oleh petugas dari Manunggal Air yaitu Danur, Ruhiyat dan Sudirman.
"Setelah kejadian itu, lokasi kejadian langsung kita police-line dan hingga saat ini (kemarin sore), pesawat masih berada di TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan belum digeser ke tempat lain serta terus kita lakukan penjagaan terhadap pesawat itu," terangnya.
Saat ditanya soal kerugian material akibat kejadian itu, Kapolres Jayawijaya ini belum bisa menyebutkannya, sebab masih melakukan penyelidikan dan masih memerlukan konfirmasi dengan para pemilik barang. (fud/bat/ade)
Pesawat Manunggal Air Terbakar
Tak Ada Korban Jiwa, 7 Kru Pesawat Berhasil Selamat