Mimika: Kepala Kepolisian Resor Mimika Ajun Komisaris Besar Polisi Goldhel M. Nembra menegaskan korban tewas akibat perang antarsuku di Mimika, Papua, Berjumlah empat orang. Klarfikasi ini disampaikan Kapolres ketika dihubungi Metro TV melalui sambungan telepon, Kamis (18/10) sore. Sebelumnya, dalam pemberitaan situs berita ini disebutkan bahwa korban tewas mencapai delapan orang.
Kapolres mengatakan berbagai cara sudah dilakukan untuk meredam dan menghentikan perang antarsuku di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika ini. Salah satunya dengan berdialog dengan pihak-pihak terkait, termasuk dengan perwakilan dari Kampung Kimbeli, yakni Suku Dani dan Damal.
Menurut Kapolres, dialog kurang berhasil. Sebab, dua suku di Kimbeli bersikeras meneruskan peperangan. Alasannya, korban tewas dari mereka lebih banyak, yakni tiga orang, dibanding korban dari Kampung Banti, Suku Amungmue, yang hanya satu orang. Mereka bertekad meneruskan perang hingga korban sama-sama berjumlah tiga orang. Namun, Kapolres memastikan pihaknya akan terus berupaya untuk membujuk menghentikan perang.
Godhel membenarkan pihaknya tidak bisa mengambil tindakan lebih tegas untuk menghentikan perang. Sebab, konflik antarsuku di Papua, berbeda dengan konflik di daerah lain. Jika polisi mengambil tindakan tegas, masalah justru akan berbalik atau mereka akan bergabung dan menyerang polisi. Lagipula, instruksi dari Kepolisian Daerah Papua memang memerintahkan untuk dilakukan negosiasi. "Karena mereka, jika sudah ada korban jiwa, emosinya sudah tidak bisa dikendalikan," jelas Kapolres.
Menyoal pemicu awal konflik, Kapolres mengatakan, kematian seorang warga dari Suku Damal--bukan dari Suku Amungmue seperti di berita sebelumnya. Menurut Kapolres, warga Suku Damal tersebut tewas setelah mabuk. Dan warga Damal menuding kematian Fred Magai itu akibat mabuk-mabukan bersama warga Amungmue. Kapolres memastikan bahwa peperangan ini tidak terkait dengan konflik antarsuku yang sama sebelumnya. Polisi kini sedang berusaha keras agar peperangan tidak meluas ke wilayah Timika.(DEN)