Diduga Akibat Kekurangan Udara dan Keracunan Gas
SENTANI-Malang tak bisa ditolak, mujur tak bisa diraih. Sungguh tak diduga niat untuk menolong akhirnya berbuntut pada kematian. Itulah nasib yang menimpa empat warga jalan Pasir Sentani.
Keempat warga yang bernasib naas itu, masing-masing Tukiman (46), Jumari (35), Yoyo (35) dan Rusdi (35). Mereka yang sebelumnya bermasud menolong satu dengan lainnya ditemukan tewas dalam satu sumur.
Para korban diduga tewas karena kekurangan Oksigen (O2) dan keracunan gas karbon dioksida (CO2) setelah terjatuh ke sumur dengan kedalaman sekitar 20 meter. Bahkan anggota tim SAR (Search and Rescue) Jayapura yang diturunkan ke dalam sumur tidak bisa berbuat banyak. Korban diangkat dalam kondisi tak bernyawa ini langsung dilarikan ke Rumah Sakit Dian Harapan Doyo Baru.
Dari informasi yang diperoleh Cenderawasih Pos, kejadian tersebut terjadi Ahad (4/11) sekitar pukul 15.20 WIT. Berawal ketika salah satu korban (Jumari) sore itu hendak memperbaiki pipa sumur bor milik pamannya (Tukiman) yang terletak beberapa meter dari rumah pamannya di jalan pasir Sentani. Namun entah mengapa dirinya langsung terjatuh ke dalam sumur.
Kejadian ini sempat diketahui tetangga korban kemudian memberitahukan kepada Tukiman. Selanjutnya Tukiman langsung berusaha melakukan pertolongan dengan menggunakan tali.
Naas bagi Tukiman yang ingin menolong akhirnya ikut terjatuh ke dalam sumur berdiameter kurang lebih 1 1/2 meter itu. Sementara dua tetangga sebelahnya masing-masing, Yoyo dan Rusdi juga berusaha melakukan hal yang sama, tetapi akhirnya ikut terpeleset masuk ke dalam sumur.
Beberapa keluarga 4 warga ini tidak bisa berbuat banyak mengingat kedalaman sumur yang cukup dalam. Berbagai upayapun dilakukan untuk mengeluarkan korban dari sumur itu. Sekitar pukul 18.00 WIT dibantu dengan alat berat excavator sumur tersebut digali dibagian samping, tetapi tetap belum berhasil mengeluarkan 4 warga yang diperkirakan sudah terwas itu.
Warga sekitar juga mencoba memberikan bantuan dengan menggali di sebelah sumur untuk memudahkan mengeluarkan jenasah, tapi juga hasilnya nihil. Namun akhirnya sekitar pukul 18.30 WIT dibantu tim SAR yang masuk menggunakan tabung oksigen, keempat warga berhasil dikeluarkan dan langsung dilarika ke RS Yowari.
"Kedalaman kami perkirakan sekitar 20 meter ini dilihat dari ukuran 2 pipa ditambah 2 drum yang berada dibagian bawah sumur," tutur Kapolsek Sentani Kota, AKP Kores Waisimon yang dihubungi via telepon kemarin . Dikatakan jenazah tidak berlama-lama berada di RS Yowari karena keluarga korban enggan untuk dilakukan otopsi dan akhirnya kembali dipulangkan.
"Sekarang (Pkl 20.30 WIT) jenazah sudah berada di rumah duka masing-masing," katanya.Sementara ini pihak kepolisian masih mencari tahu apa penyebab terjatuhnya keempat warga ini begitu juga dengan gas CO2 yang ditemukan di dalam sumur."Semuanya masih kami selidiki baik penyebab terjatuhnya empat warga ini juga soal ditemukannya gas," jelas Waisimon.
Pantauan Cenderawasih Pos di rumah duka Senin (5/11) sejak pagi hari sudah banyak berdatangan sanak keluarga dan tetangga dan memadati halaman rumah.
Sekitar pukul 13.20 WIT empat jenazah yang sudah dikafani langsung dibawa ke Masjid Agung Al Aqsa Sentani, hanya saja saat hendak dilakukan pemindahan jenazah dari rumah ke mobil jenazah sempat terjadi sesuatu yang mengejutkan dimana salah satu jenazah terjatuh dari bopongan warga hingga mengakibatkan suasana semakin panik. Bahkan istri almarhum sempat menangis histeris.
Sekitar pukul 13.30 WIT keemapat jenazah akhirnya dishalatkan setelah itu pukul 14.12 WIT keempatnya diantar ke pemakaman umum Kampung Sereh Sentani.
Dua Korban Sempat Dilarang
Sedangkan menurut pengakuan Supriyanto (16) anak Tukiman bahwa pada saat itu Jumari (35) pamannya hendak memperbaiki mesin pompa air merk sanyo di sumur tersebut, namun pada saat itu pamannya terpeleset dan jatuh kedalam sumur.
Ayahnya yang melihat hal tersebut hendak melakukan pertolongan, tetapi ayahnyapun terpeleset dan jatuh menyusul pamannya.
"Ketika mereka berdua terjatuh ke dalam sumur kami berteriak meminta tolong kemudian datang tetangga Yoyo (32) dan Rusdi (37), namun kedua orang inipun mengalami nasib yang sama yaitu terjatuh ke dalam sumur," ujarnya dengan nada sedih.
Meski korban Yoyo dan Rusdi sempat dilarang oleh beberapa orang di sekitar TKP untuk tidak turun kedalam sumur tersebut, namun korban Yoyo dan Rusdipun tetap bersih keras untuk menolong kedua korban pertama.
Sementara menurut salah seorang saksi bernama Erens Yambe (30) bahwa ketika ia mendengar teriakan orang minta tolong ia segera menuju TKP dan pada saat itu di dalam sumur korbannya baru dua orang, dan ia sempat melarang korban Yoyo dan Rusdi untuk tidak turun ke dalam sumur, namun larangnya itu tidak diindahkan.
Masih menurut Erens setelah keempat korban tersebut terjatuh kedalam sumur datang juga seorang pria bernama Wiklif hendak menolong keempat korban tadi, tapi ia hampir saja menjadi korban ke lima kalau saja tidak segera ditarik tangannya ke atas mulut sumur tersebut oleh warga yang berada di sekitar TKP.
Sekedar diketahui hubungan antara Jumari dan Tukiman adalah paman dan keponakan sementara hubungan keluarga antara Yoyo dan Rusdi adalah kedua istri mereka adalah kakak beradik.(ade/cr-150)
Empat Warga Sentani Tewas Dalam 1 Sumur
Diposkan di:
Bio-Terror
Oleh Koteka Webmaster dari Cepos
Nov 6, 2007 - 6:40:37 PM
Nov 6, 2007 - 6:40:37 PM
© Copyright 2008 by PAPUAPost.com