JAYAPURA-Untuk menekan penyebaran penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) maupun HIV/AIDS bagi kalangan beresiko tinggi, Dinas Kesehatan Kota Jayapura bekerja sama dengan KPA Kota Jayapura, melakukan kegiatan mobile clinic VCT dan kesehatan reproduksi, Rabu (30/1). Kegiatan yang dipusatkan di Bar Fredys Entrop ini, diikuti oleh 150 pramuria dari 9 bar yang ada di sekitar kawasan Entrop.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura drg Sudjono Angkasa, MPH mengungkapkan, mobile clinic VCT dan pemeriksaan kesehatan reproduksi ini memang bukan kali pertama yang dilaukan di bar atau tempat diskotik, sebelumnya juga digelar di Bar Boulevard. "Kegiatan ini kami fokuskan untuk IMS, sebab IMS ini juga merupakan pintu masuk penyebaran HIV/AIDS. Sehingga yang terkena IMS kami sarankan untuk mengikuti VCT,"ujar Sudjono Angkasa saat ditemui di sela acara tersebut. Menurutnya, para pramuria memang merupakan kalangan beresiko tinggi terhadap penyebaran HIV/AIDS.
Meski di masing-masing Puskesmas sudah disiapkan layanan VCT, namun nampaknya tidak mengena sasaran bagi kalangan pramuria."Bagaimana orang-orang dengan gaya dan model seperti ini mau datang ke Puskesmas, oleh karena itu kami gelar mobil VCT ini di Bar Fredys, agar dengan banyak teman, para pramuria ini mau memeriksakan diri,"ujar Sudjono yang menyatakan bahwa data terakhir HIV/AIDS Kota Jayapura setelah terkoreksi tercatat sebanyak 205 penderita HIV/AIDS.
Sementara itu, Walikota Jayapura Drs MR Kambu, MSi usai membuka kegiatan mobil VCT ini mengungkapkan, seiring dengan tuntutan perkembangan Kota Jayapura, kehadiran tempat hiburan ini memang tidak bisa dibendung. Namun seiring berkembangnya tempat hiburan ini, juga membeikan dampak pada perkembangan HIV/AIDS. "Oleh karena itu, kami harapkan bagi warga yang beresiko tinggi, dapat memeriksakan diri untuk VCT,"ujarnya.
Diakui, meski bar dan karaoke ini sebatas tempat hiburan, namun ada kecenderungan terjadinya transaksi seksual antara pengunjung dan pramuria, apalagi bila sudah dalam pengaruh minuman keras. Namun hal ini memang tidak bisa dihilangkan, karena bagi orang-orang tertentu butuh penyaluran, sehingga bila tidak ada tempat khusus bisa berdampak pada kekerasan atau tindak pemerkosaan terhadap anak-anak sekolah atau warga lain. Pihaknya, hanya bisa memperingatkan agar semua bisa menahan diri, agar tidak terjangkit HIV/AIDS. "Bila tidak hati-hati, bisa tertular dan membawa penyakit di lingkungan keluarga,"ujar Kambu mengingatkan. (tri)
IMS Pintu Masuk Penyebaran HIV/AIDS
Dalangnya adalah Aparat TNI dan Polri, Itu sudah terbukti banyak