INDONESIA:TAKUT SEBUAH YUM/NOKEN (Baca: Tas Papua), TAKUT SEBUAH BUKU PAPUA .. TAKUT AKAN KEBENARAN

Halamen ke: 1 2 3

Richard Samuelson Co-Director Free WP Campaign

Dan untuk menyungguhkan semua pernyataan-pernyataan itu, bagaimana anda bisa ragu kalauGubernur Indonesia yang baru saja disebutkan tadi, Barnabas Suebu sendiri, berbicara pada tahun 2000, sebelum periode kekuasaannya Sekarang. Disini Suebu, orang yang sama yang pada minggu ini mendeklarasikan Noken/Yum (Tas Papua) dari Yohana dan Nelly illegal, diwawancarai Majalah TEMPO pada masa musim semi, periode dimana dimulainya masa keterbukaan ketika runtuhnya kediktatoran Suharto, sebuah era kebebasan yang secara kejam ditutup dengan pembunuhan Theys Eluay, pemimpin kemerdekaan bangsa Papua Barat oleh KOPASSUS pada bulan Nopember 2001.

 

TEMPO: Dalam pandangan anda, akankah rakyat Irian Jaya memilih Kemerdekaan atau Otonomi bila sebuah referendum dilaksanakan?

 

SUEBU: BERDASARKAN PENGAMATAN SAYA SENDIRI DI JAYAPURA, SAYA MERAMALKAN BAHWA   KEINGINAN  TERBESAR ADALAH KEMERDEKAAN. JADI INI SEBUAH MASALAH SERIUS. SAYA BERHARAP JANGAN ADA LAGI YANG MENGATAKAN BAHWA INI KEINGINAN DARI SEGELINTIR ORANG. MEREKA TIDAK MENERIMA OTONOMI….. MEREKA HANYA MAU KEMERDEKAAN……. RAKYAT PAPUA MENUNTUT KEMERDEKAAN TETAPI JAKARTA MENOLAKNYA…. RAKYAT PAPUA TELAH LAMA MERINDUKAN KEMERDEKAAN. 5

 

 Sebuah noken/yum  dan sebuah buku tentang Papua. Indonesia memang benar-benar ketakutan ……akan KEBENARAN.

 

CATATAN:
1.  Cenderawasih Pos, 11 JANUARI 2008 ‚Bintang Kejora dilarang: kata Suebu.
2. The  Jakarta Post 15 December 2007 “[Indonesian] Government Bans, Confiscates Book on Papuan Political Struggle”
3. Te Waha Nui Online 14 June 2006 “West Papuan clergyman to speak on human rights at seminar” http://www.tewahanui.info/news/140606_westpapua.shtml
4. Jakarta Post 1 February 2007 'Papuan Separatists not a threat'http://www.thejakartapost.com/yesterdaydetail.asp?fileid=20070201.H05
5. Tempo Magazine Interview NO. 34/XXIX 23 October 2000 “Barnabas Suebu: 'They Only Want Independence'


 

 


 
Richard Samuelson
Free West Papua Campaign, Oxford, UK.
www.freewestpapua.org
Sphere: Related Content

Balik ke halamen ke: 1 2 3