Dan untuk
menyungguhkan semua pernyataan-pernyataan itu, bagaimana anda bisa ragu
kalauGubernur Indonesia yang baru saja disebutkan tadi, Barnabas Suebu sendiri,
berbicara pada tahun 2000, sebelum periode kekuasaannya Sekarang. Disini Suebu,
orang yang sama yang pada minggu ini mendeklarasikan Noken/Yum (Tas Papua) dari
Yohana dan Nelly illegal, diwawancarai Majalah TEMPO pada masa musim semi,
periode dimana dimulainya masa keterbukaan ketika runtuhnya kediktatoran
Suharto, sebuah era kebebasan yang secara kejam ditutup dengan pembunuhan Theys
Eluay, pemimpin kemerdekaan bangsa Papua Barat oleh KOPASSUS pada bulan Nopember
2001.
TEMPO:
Dalam pandangan anda, akankah rakyat Irian Jaya memilih Kemerdekaan atau
Otonomi bila sebuah referendum dilaksanakan?
SUEBU:
BERDASARKAN PENGAMATAN SAYA SENDIRI DI JAYAPURA, SAYA MERAMALKAN BAHWA KEINGINAN
TERBESAR ADALAH KEMERDEKAAN. JADI INI SEBUAH MASALAH SERIUS. SAYA
BERHARAP JANGAN ADA LAGI YANG MENGATAKAN BAHWA INI KEINGINAN DARI SEGELINTIR
ORANG. MEREKA TIDAK MENERIMA OTONOMI….. MEREKA HANYA MAU KEMERDEKAAN……. RAKYAT
PAPUA MENUNTUT KEMERDEKAAN TETAPI JAKARTA MENOLAKNYA…. RAKYAT PAPUA TELAH LAMA
MERINDUKAN KEMERDEKAAN. 5
Sebuah noken/yum dan sebuah buku tentang Papua. Indonesia
memang benar-benar ketakutan ……akan KEBENARAN.
CATATAN:
2. The Jakarta Post 15 December 2007 “[Indonesian] Government Bans, Confiscates Book on Papuan Political Struggle”
3. Te Waha Nui Online 14 June 2006 “West Papuan clergyman to speak on human rights at seminar” http://www.tewahanui.info/news/140606_westpapua.shtml
4. Jakarta Post 1 February 2007 'Papuan Separatists not a threat'http://www.thejakartapost.com/yesterdaydetail.asp?fileid=20070201.H05
5. Tempo Magazine Interview NO. 34/XXIX 23 October 2000 “Barnabas Suebu: 'They Only Want Independence'