PEMBEBASAN PEMIKIRAN LEBIH PENTING, CATATAN UNTUK SAUDARA HW

Kategori: Kolum, Editorial & Opini
Oleh Koteka Webmaster
Feb 18, 2008 - 7:37:44 PM
Halaman ke: 1 2 3

Column: Pemikiran Kemerdekaan dari Tuhan, Kita Hanya Berdoa itu KELIRU BESAR!
Demikian jugakah arus utama pemikiran orang Papua hari ini? Jawabannya ya, demikian, terbukti kita tidak pernah sanggup merdeka sebagai implikasinya. Sesuatu harapan berlebih kepada Tuhan, yang telah dijelaskan diatas tadi, yaitu dominasi pemikiran teologis secara dangkal kapanpun selamanya gagal. Karena itu teori dan pemikiran demikian harus diganti sekarang. Yang membuat Papua dan membebaskan belenggu nasib orang Papua bukan Tuhan tapi orang Papua sendiri. Padahal teori kebergantungan nasib pada Tuhan ditolak di Barat kristen dan ini terbukti di Barat maju bahkan kemajuan Eropa, dalam usahanya membebaskan diri dari dominasi otoritas Tuhan (baca, Gereja) telah melahirkan apa yang dinamakan Aufklaruung, englaitmen, sebagai akibat gerakan
renainsance, dan hasilnya sekarang Barat maju dan unggul dalam peradaban.

Jika pejuang Papua sekarang terus mau mempertahankan konsep perjuangan sebagai anti thesis dari penjajahan tanpa usaha mencari sintesa yaitu menolak teori doktrin otoritas Tuhan, bukan sebagaimana alam pikiran HW dan PDP yang mau diketengahkan kembali kepada kita dalam perjuangan pembebasan Papua. Hasilnya dibuktikan oleh PDP sendiri sebelumnya, kekayaan alam dicuri didepan mata dengan legitimasi pasar bebas, kapitalisme dan UU kolonialisme sebagai pembenar, pencurian dan perampokan juga pembunuhan secara sistematis semisal HIV/AID, akan terus berlangsung  sebagaimana sekarang.

Dominasi paradigma berfikir HW, jika mau dibiarkan dianut rakyat Papua Barat, apalagi mau dianut oleh pejuang muda, sebagai pejuang garda terdepan pembebasan Papua, tanpa ada usaha perjuangan sendiri, tentu saja hasilnya ditebak sendiri, sebaliknya, seharusnya sebagai kaum muda Papua membuang jauh-jauh pemikiran mesianisme yang membelenggu kebebasan manusia Papua, dengan pemikiran inovatif dan pembangunan gerakan sistematis terorganisasi, tentu hasilnya akan berbeda. Maka apa yang diharapkan rakyat Papua seluruhnya pada pejuang muda hari ini dan esok tentu akan ada hasilnya.

Tapi jika sebaliknya? Hanya harapan ketidak pastian, menggantungkan nasib sepenuhnya kebaikan isi hati Tuhan? Demikian juga terkungkung alam pikiran kaum revolusioner pembebas Papua, bagaimana rakyat seluruh Papua dapat berharap bebas dari kungkungan alam pikiran yang akibatnya nasib penistaan dan penghinaan oleh bangsa lain sebaai penjajah yang secara telanjang dipertontonkan hari ini dan akan terus berlanjut beberapa waktu kedepan mau diakhiri? Terserah Para Pejuang Muda Papua.
Sphere: Related Content

Baca Lanjut atau Balik ke Halaman: 1 2 3


Artikel Dugg