WAMENA – (SPMNews)--
Lapangan Bandara MAF dan Helimision dipalang oleh ratusan umat GKIP Koordinator
Jayawijaya (10/03/08) dini hari. Karena Sending MAF dan Helimisona memprovokasi
dan menghasut masyarakat pribumi Jayawijaya bahwa, “ GKIP adalah Gereja Setan,
Gereja Anti Kristus dan MAF hanya bisa melayani penumpang GKII”, kata Thom Hans
dan Bas Mexy (Hubula) dengan nada penghinaan.
Massa GKIP sedang menduduki
lapangan MAF dan Helimision Wamena. Massa juga membuat tenda di MAF sebagai
tanda keseriusan meminta saudara Thom Hans dan Bas Mexy segera
mempertanggungjawabkan pernyataan-pernyataan provokatif terhadap penduduk
pribumi Pegunungan Tengah.
Thom Hans dan Bax Mexy (Hubula)
adalah beberapa misionaris yang bersembunyi dibalik jubah Alkitab untuk
menyembunyikan kejahatan mereka dalam membantai, membunuh, merampok dan menipu
rakyat pribumi Pegunungan Tengah selamat ini demi kepentingan BISNIS PRIBADI
para kulith putih. Thom Hans dan Bax Mexy adalah Drakula pengisap darah-darah
segar jemaat Agamua selama ini. Selama ini mereka berhasil menipu rakyat Papua
tetapi dini hari terbongkarlah semua kebusukan para misionaris yang dapat makan
dari proyek-proyek mengatasnamakan masyarakat telanjang.
Bukan hal yang baru bagi kita,
ketika lembaran hitam kulit putih yang telah diperlakukan terhadap para bangsa
kulit hitam dibenuar Afrika, salah seorang tokoh Agama Uskup Desmont Tutut
mengatakan bahwa, “dulu mereka datang bawa Alkitab dan kita punya tanah tetapi
sekarang kita memegang Alkitab dan tanah telah menjadi milik mereka para
misionaris.
Thom Hans dan Bax Mexy mengatakan
bahwa, “Dr. Benny Giay membawa ajaran sesat”, dengan nada marah-marah. Kita
perlu bertanya didalam pikiran kita mengapa seorang pembawa ijil ko marah-marah,
pasti ada yang tidak beres atau TEMPAT MAKAN tergangu. Thom dan Bax bisa hidup
dari hasil mengatasnamakan umat GKII selama bertahun-tahun. Sungguh para
misionaris tidak lebih dari pada Lusifer berkedok jubah putih. Para misionaris
adalah pembawa racun dan nestapa bagi Papua Barat. Maka usir seluruh para
misionaris dari seluruh tanah Papua Barat.
Ada beberapa spanduk dan famplet
yang terpasang didalam aksi (10/03/08) dini hari. Pertama, Sending MAF
dan Helimision harus bertanggung Jawab atas pernyataan penghinaan terhadap
GKIP. Kedua, Stop! Hentikan
diskriminasi terhadap penduduk pribumi Papua. Ketiga, Saudara Thom Hans
dan Hubula telah mencoreng para misionaris CAMA dan Gereja Kingmi dilembah
baliem. Keempat, Thom Hans dan Bax Mexy (Hubula) segera mempertanggung
jawabkan atas tuduhan dengan menuduh Dr. Benny Giay dan Dr. Noak Nawipa membawa
ajaran Sesat. Kelima, Usir Keluar seluruh Sending MAF dan Helimision dari
Papua sekarang juga. Demikian beberapa Famplet yang berhasil diliput oleh crew
SPMNews Agamua dini hari.
Para Misionaris bukan pembawa
Injil tetapi kedatangan mereka untuk MEMBUNUH, MERAMPOK, MENIPU seluruh
masyarakat Pegunungan Tengah. Omong kosong mereka sekarang ini telah menjadi
kenyataan. Jubah putih yang dipakai semakin jelas bahwa merekalah yang selama
ini membunuh seluruh orang Papua. Injil yang dibawa adalah RACUN NESTAPA bagi
PAPUA BARAT, para misionaris berhati serigala. Anggapan mereka orang Papua
adalah BINATANG, TELANJANG, BODOH, KETINGGALAN ZAMAN sehingga mereka dengan
seenaknya melakukan kejahatan.
Allah Papua berambut keriting dan
berkulit hitam bukan Allah itu kulit putih jadi dengan dasar itu mereka
membantai dan merampas tanah milik penduduk pribumi selama ini. Usir seluruh
misionaris agen KAPITALIS dari seluruh tanah Papua Barat.
(WeNdAnAk)