Ilmuwan temuka tikus raksasa yang tak takut

Kategori: Ekologi
Oleh NZ Herald
Dec 23, 2007 - 6:47:12 PM
Halaman ke: 1 2 3

Woe! Kapan Kamu Berhenti Ka? Mau Bunuh Siapa Lagi ka?
11:05AM Tuesday December 18, 2007
By Steve Connor
NZ Herald, 18 Desember 2007, Terjemahan SPMNews 24 Desember 2007

Dua spesies mamalia yang barangkali baru untuk sains telah ditemuka di wilayah terpencil Indonesia yang diberi label "dunia terhilang" karena kebanyakan wilayahnya hampir tak pernah tereksploitasi dan dihuni.

Pygmy possum dan tikus raksasa ditemuka selama sebah ekspedisi ilmiah awal tahun ini di Pegunungan Foja, bagian barat New Guinea - belantara yang murni tak tersentuh yang sebelumnya telah ditemukan memiliki kekayaan tanaman dan hewan.

Pygmy possum penghuni pohon termasuk ke dalam kelompok  Cercartetus group dari sejenis of marsupials dan merupakan salah satu dari yang terkecil di dunia.

Tikus raksasa berukuran sama dengan kucing dan dikelompokkan sebagai genus Mallomys genus dari woolly rodents.

"Tikus besar ini berukuran sekitar lima kali dari tikus-tikus kota," demikian kata Kristofer Kelgen, ilmuwan Smithsonian Institution di Washington.

"Tanpa takut terhadap manusia, ia datang ke dalam tenda beberapa kali selama perjalanan ini."

Belantara Foja merupakan bagian dari Mamberamo Basin dan merupakan salah satu wilayah yang tak tersentuh di wilayah Asia-Pasifik.
Ia memiliki hutan tropis terbesar tanpa jalan ataupun trek.

Isolasinya terbantu oleh pegunungan yang terjal dan wilayah yang sulit.

Bruce Beehler, wakil presiden dari Konservasi Internasional, yang berbasis di Washington, mengaakan ekspedisi terakhir telah diteruskan untuk melakukan semacam penemuan-penemuan menakjubkan yang didokumentasikan dalam kunjungan lapangan sebelumnya ke wilayah ini, yang mencakup wilayah sekiar 300.000 hektar.

"Begitu menghibur mengetahui bahwa ada tempat di Bumi ini begitu terisolasi di mana tetap ada kehadiran alam yang begitu liar", tambahnya.

"Kami sedang melihat bagian kecil dari Taman Eden ini masih ada utuh dan masih murni seperti saat dikunjungi pertama kalinya." Ilmuwan sedang mempelajari "pygmy possum" dan tikus raksasa lebih mendalam untuk menemukan apakah mereka benar-benar spesies baru, dan kalau memang begitu, mereka cocok dikelompokkan ke hubungan spesies yang mana.

Begitu jarang bagi ilmuwan menemukan spesies baru mamalia besar, walaupun lusinan atau begitu telah ditemukan dekade-dekade mebalakangan di Asia Tenggara.

Pegunungan Foja setinggi sekitar 2.200 meter dan kebanyakannya tak berpenghuni.

Suku-suku yang mendiami tempat terdekat ke laut dan banyak permainan di dekat kampung mereka yang artinya mereka tidak pernah terus ke atas, ke bukit-bukit terjal.

Ilmuwan barat telah melakukan beberapa kali perjalanan ke wilayah ini tahun-tahun belakangan menggunakan helikopter.

Eksplorer pertama menjelaskan dibungkus oleh bunga-bunga raksasa dan tanaman yang tak dikenal dengan kangguru pohon dan "spiny anteaters" yang nampak tak takut kepada manusia - menandakan tak pernah ada kontak dengan manusia sebelumnya.

"Ini benar-benar mendekati Taman Eden yang Anda akan temukan di Bumi ini," kata Dr. Beehler setelah ekspedisi pertama tahun 2006.

"Kami temukan lusinan, kalau bukan ratusan, spesies baru yang ada di tempat yang masih murni dengan ekosistemnya di rilayah Asia-Pasifik ini. Ada banyak sekali hal baru, hampir-hampir berlimpah. Dan kami hanya mengeruk permukaan dari pada apa yang ada di sana."

Dalam perjalanan terakhir, dilaporkan di National Geographic, tim in membuat film burung-burung spekakuler untuk eprtama kali, seperti pertunjukkan "golden-fronted bowerbird" dan "black sicklebill bird of paradise."



Lanjut baca sambungan di halaman: 1 2 3


Komentar Pembaca