Masih Masih ingatkah kita tentang musuh dalam keluarga? Ataukah kita sedang lupa akan penghianatan yang akan terjadi dalam kelurga? Apakah kita sedang memelihara seekor serigala dalam rumah tempat tinggal kita tanpa kita sadari? Jangan lupa tengoklah secara seksama dialur cerita yang akan dikupas pada alur cerita ini.
Ketika itu,hari minggu 28/09/2007 Papua Barat salah seorang mahasiswa yakni Yohanis yang yong, hendak mengunjungi saudari perempuannya (kakak perempuan) di asrama mahasiswi Maroke Padang Bulan II di samping itu memberitahukan kepeda seluruh wanita-wanita yang menempati asrama itu, guna mengikhlaskan diri mereka agar melihat persoalan yang terjadi di Papua dengan cara memberikan sumbangan secara suka reka tanpa dipaksa sesuai keterangan yang dibuat pada saat itu. Namun karena selebaran pada saat itu hari minggu pukul,05:10 waktu Papua Barat hanya satu saja, sementara masih sangat membutuhkan selebaran lainnya untuk wilayah atau beberapa titik yang perlu dijalani oleh teman lain, maka kami mohon bantuan pada saat itu juga kepada saudara perempuannya guna foto kopi materi dan selebaran serta tugas-tugas lainnya. Akan tetapi apa yang terjadi tiba-tiba saja terdengar bisikan suara-suara bantahan dari dalam kamar asrama purti Maroke,bahwa “jangan datang memohon kepada kami tentang uang fotokopi atau apa disini.” “masalah kasi tinggal masalah di situ sudah !!! kami tidak punya urusan dengan kotoran dan sejenisnya yang ada.” Jika kalian tidak punya kemampuan jangan paksa keadaan.
Pada saat itu aku masih berdiri sambil mendengarkan ocehan yang keluar dari dalam kamarnya itu. Tiba-tiba bisikan suara itu semakin keras kedengarannya, "Hei lebih baik kalian mulai cepat pergi jauh dari halaman muka rumah ini !!! dari pada saya lapor polisi sekarang !!!! dan mulai hari ini besok dan seterusnya kalian tidak boleh datang memohon kepada kami, sebab jika kalian datang lagi dan memohon sumbangan sukarela atau apa itu, saya tidak segan–segan, saya akan lapor polisi dan tentara untuk menangkap kalian,jika kamu mau,saya sungguh tidak main–main.!!!!!"
Ketika mendengarkan ocehan itu, hatiku seperti tersobek-sobek oleh silet GOAL yang baru dibeli dari tokoh. Di samping itu, semua pada diam dan beraktivitas seprti biasanya dengan muka yang sangat begitu seram tak terbayangkan dan diselimuti oleh jendela – jendela asrama yang tersenyum seperti orang sedang tertawa karena melihat kehadiran ku di sana pada saat itu dan pintu kamar ruang tengah tertutup rapat pertanda bahwa tuan rumah sedang mengusir tamu yang datang dengan sederhananya itu.
Tiba-tiba bulu tubuhku mulai merinding membayangkan muka serigala yang sedang meraung-raung menanti mangsa itu, aku semakin takut ketika memikirkan ocehan oleh Sivantina Gebse itu, sebab ia sedang pencet–pencet HP merek NOKIA tersebut.aku takut, dan langsung meninggalkan Asrama Putri Marok itu secara diam-diam agar mereka tidak tahu kemana arah aku pergi. Dalam benak pikiran ku jika saya mohon pamit lagi pasti saja mereka tidak akan membalasn sapaanku yang ramah itu.
Meminta sumbangan suka rela, bukannya sapaan baik yang di dapatkan melainkan cehan, penghinaan, pengusiran oleh tindakan oleh manusia–manusia yang lahir dari keluarga oportunis, kekelurgaan yang hidup hanya bersenang–senang tanpa memikirkan kesusahan tetangganya apalagi menyumbang untuk kepentingan bersama di hari depan.
Secara pribadi Valentina, semasa kuliah nya, ia sungguh egois, jijik, tamak.jika ia tertawa, dari asrama putri Maroke hingga Padang Bulan social suara terdengar seperti suara angin rebut,dan sungguh ia tidak tahu diri jika ada kelurga atau tetangganya ada yang sakit, lapar, duka, pokoknya kehidupannya pada saat itu persis .... Ia seorang wanita yang kehidupannya pemeca rokort sombong terbaik di asrama Maroke . Ia tidak pernah mengenal persoalan yang sedang mampir di hadapan mukanya, ia hidup seperti .. yang menggunakan naluri. Belum lagi cara rias diri, berpakaian pres bodi, celana ramas pantat, dan masih banyak lagi kebiadaban yang tidak dapat kami sebutkan. Kehidupan serba aneh pada saat itu. Sementara ia juga sedang membangun pembusukan nama baik kakak-kakak kami pada saat itu.
Jika dipandang dari sikap yang ia lakukan, sungguh menjijikan, tidak ada yang boleh membantahkan ocehan nya. Aku hanya terpaku diam menerima apa yang dilontarkan dari mulut ... itu, karena ketakutan dengan sikapnya aku langsung menyingkir sebentar di sebuah gubuk tempat di mana kakak kami dahulu tinggal. Namun rasa trauma itu serasanya sedang mengejar di belakang ku, sehingga aku terus pergi meninggalkan lingkungan tersebut.
Terkait dengan keterangan tersebut di atas, dapat dijelaskan dengan sejarah masa lalu yang tercatat dengan rapinya pada file memori kejahatan yakni ia juga pernah melakukan kompromi kejahatan dengan TNI – POLRI pada saat itu adalah memberikan laporan kepada militer kolonialis Indonesia, tentang keberadaan aktivis mahasiswa-mahasiswi Papua pada bulan MARET 2006 lalu, kemudian para aktivis mahasiswa-mahasiswi Papua lari meniggalkan tempat persembunyian mereka hingga kini kami belum mengetahui jejak langkah kawan-kawan kami.
Dari pemetaan yang dapat dilakukan, bahwa Valentina memiliki jaringan yang mantap dan sistematis. Sayangnya, Valentina sangat tidak mengerti dengan kehidupannya sendiri, mereka masih sangat buta dalam membedakan persoalan kehidupan orang Papua menderita, karena dijajah. Tetapi hal disebut tadi, belum terungkap sama sekali, maka Valentine ini mulai dengan aksi kejahatannya lagi, seperti kejahatan yang sedang direncanakannya terhadap salah seorang aktivis mahasiswa, yakni saudara Yohanis yang yong, pada saat itu sedang memohon keikhlasan hati mereka dalam melihat persoalan yang terjadi pada awal dan akhir bulan Agustus hingga sekarang.
Apakah sebagai manusia mereka dapat meresponi permohonan yang ditawarkan pada saat itu. Keterangan tadi dapat dilihat sebagai tindakan kejahatan kemanusiaan, sebab saudara Valentine Gebze, sedang dan ingin membatasi kehidupan manusia lain dimuka Bumi Cenderawasih yang mempunyai hak hidup yang sama sepertinya. Hal ini tidak patut dibiarkan begitu saja tanpa ada kewaspadaan atau rambu-rambu keselamatan. Perlu diketahui secara seksama bahwa apakah sebagai orang Melanesia perlu mempersembahkan rasnya sendiri demi kebutuhan ekonominya dalam menjalani kehidupan sehari-hari? Jika dipandang dari sisi intelektual, sebagai manusia kami harus berpikir kritis dalam melihat kehidupan orang papua,secarah pribadi dan menyuluruh. melainkan tidak hanya melihat perlawanan bangsa papua sebagai hal tidak wajar dan benar. Setiap bangsa, sangat tidak mungkin sekali melakukan aksi protes tanpa ada persoalan mendasar.
Dari penjelasan tersebut di atas,dapat dikategori sebagai manusia yang tidak sama sekali memiliki prinsip – prinsip atau karakter pesta-pora. karakter pesta adalah karakter manusia yang tidak pernah memiliki kepedulian terhadap bangsa sendiri, melainkan hanya bisa membuat suatu kejahatan dalam memperoleh makanan yang dari apa yang ia lakukan,lewat cara–cara mempersembahkan suku bangsanya sendiri. Hal telah tertumbuh erat dalam karakter pesta pora tadi,sehingga tidak diherankan oleh siapa saja dijual oleh si wanita malang ini. Dari karakter kehidupannya sehari – hari hanya bisa memperoleh makan dan minum dari hasil menjual saudara nya sendiri. Sebab, ia tidak mampu mengelola kesarjanaannya, apalagi jika bekrja diladang, sebagai buruh atau tani.
Valentina Gebse memiliki karakter yang lemah dalam bertindak sebagai salah seorang sarjana yang memiliki yang luas. Wawasan yang luas ini diberikan pada saat acara disko, tertawa terbahak – bahak dalam lingkungan asrama. Sehingga apa yang ia lakukan dalam lingkungan asrama sangat mengganggu ketertiban lingkungkan asrama,apalagi teman – teman atau adik–adik lagi pada kuliah semuanya sangat merasa terganggu sekali dengan tingkat ber – ekspresi nya yang sungguh berlebihan.
Jika demikian, hal ini bukan lagi sebuah ekspresi, melainkan mengacaukan situasi lingkungan setempat. Jika sebagai manusia yang normal adanya, dapat dipandang sebagai sesuatu yang sangat menakutkan, sesuatu yang dapat menghantui ketenangan hidup orang lain atau saudara lain yang mengalami kesakitan,kelaparan,kesedihan karena mungkin sanak saudara nya yang berada di kampung lagi mengalami kesusahan, tidak menjadi kepedulian baginya. Tetapi yang paling mendasar dalam hidupnya adalah bagaimana dapat memperoleh makanan dengan cara tidak sulit, menjual diri kepada setiap laki–laki yang ingin melampiaskan nafsu seksnya. Hal ini dapat kami katakan bahwa sudah bukan lagi masa depan yang cerah tetapi hal tersebut, merupakan tingkat kehidupan yang penuh dengan warna cerita bagi keturunan setiap generasi,generasi – generasi yang akan datang dapat memperoleh sebuah cerita buram tentang Valentine Gebse.
Dari gambaran yang diulas tadi, memberikan ingatan baik bagi semua orang papua tentang kehati–hatian bagi setiap kawan–kawan yang melaukan aktivitas pembebasan bagi bangsa Papua, karena bahaya akan datang bukan hanya dari neokolonialisme, tetapi musuh dalam kelurga ini patut diperhitungan, karena musuh dalam kelurga lebih berbahaya, ialah yang tahu akan aktivitas kami; ke mana kami pergi, yang lebih dahulu memandang dan melihat kami adalah sesama orang Papua lebih dahulu mengetahui aktvitas kami, setelah itu barulah neokolonialisme Indonesia, tetapi untuk neokolonialisme Indonesia mengetahui informasi lebih rinci dan akurat adalah lewat saudara kandung, saudara bapak atau mama bersaudara
Maka perlu diketahui salah satu fakta yang membuktikan adalah Valentina Gebse rencana akan lapor polisi, jika ada aktivis mahasiswa siapa saja yang datang ke asrama Putri Merauke dalam rangka meminta subangan kepada kami,” maka tidak segan–segan saya akan pencet HP langsung panggil polisi – Tentara untuk menangkap dan menyiksa serta membunuh mereka. Ini sebuah rencana kejahatan yang harus diketahui oleh setiap mahasiswa–mahasiswi, pemuda–pemudi yang peduli dengan nasib bangsa nya, bahwa Valentine Gebse adalah penghianat, licik, rakus darah orang dalam kelurga.
Sedikit lagi, ia akan mempersembahkan adiknya ..., sebagai bahan persembahan bagi Negara neokolnialisme Indonesia, karena selama ini, dapat diketahui bahwa ia sedang dipasang sebagai informen Indonesia untuk megekuti langkah adik perempuannya, sehingga mudah sekali mereka memperoleh informasih dari Diana Gebse adiknya, ketika adiknya dengan alam bawah sadar akan bercerita, seperti cerita fiktif yang dianggap tidak masalah karena itu kakaknya.
Menurut laporan yang dapat diperoleh dari ... adiknya adalah ia merasa tidak aman karena ulah kakaknya yang kian menekan psikolognya untuk tidak terlibat dalam berbicara mengenai persoalan papua secarah umum dan khusus, adalah seperti mulai stop!!!!” sekarang sudah.” Jika adik ...kau masih berulah, maka saya akan lapor polisi untuk menangkap kalian semua atau saya akan telepon ibu bapak untuk tidak kirim uang kuliah mu.ketika mendengar infomasih ini,sungguh menyedikan, jika ada kakak perempuan yang memberikan sebuah aksi terror psikologi terhadap adiknya. seharusnya sebagai senior,juga kaka, memberikan sebuah proses pembenaran informasih bagi adiknya sendiri, tetapi sayang nya,” Valentine Gebse ini, sudah terbiasa dengan makan dan minum yang enak pada waktu kecil , sehingga karakter ini masih terbawa sampai sekarang, tinggal waktu untuk mencicipi daging tubuh adiknya sendiri. Ia benar – benar ... pemakan darah yang tinggal mengintip tulang dan daging adiknya, karena menurut informasi yang diperoleh dari adiknya, katanya seperti ini; “saya ini tinggal tungguh momen saja, karena yang ditakuti sekarang adalah kakak saya sendiri” dari sikapnya terhadap saya sungguh agak lain dari yang sebenarnya. Menurut pengamatan di lapangan menununjukan dan membuktikan bahwa setiap perintah Valentine harus dituruti adiknya, dan hal ini , masih terus berlangsung hingga detik ini.
ANTISI PASI DARI DALAM ADALAH SENJATA PALING AMPUH
TIM KONTAK BERKEDUDUKAN DI ALAMAT : KOMPLEKS UNCEN BAWAH ABEPRA – JAYAPURA PAPUA BARAT.
KRITIK DAN SARAN DAPAT KAMI TERIMA DI SITUS INTERNET : http/www.papuapost.com ATAU Tim.Kontak @gmail.com.
VALENTINA GEBZE RENCANA AKAN LAPOR POLISI JIKA ADA AKTIVIS MAHASISWA/I YANG DATANG MEMOHON SUMBANGAN
Kejadian Har Minggu, 28/09/2007 Waktu Papua barat-pukul,05:10 waktu Papua Barat