Artikel dari  icon

36 OPM Menyerah - Di Depan Rombongan Menteri Berjanji Setia Kepada NKRI

Diposkan di: Penghianat, Politik Nasional
Oleh Cepos
Mar 8, 2008 - 4:25:23 PM
Cetak Halaman ini
Orang-Orang yang Menyerah itu orang Papindo: Masa Orang Indonesia Menyerah kepada Orang Indonesia? JAYAPURA- Jika sebelumnya dua akitivis pejuang kemerdekaan Papua, Nicolas Simmon Meset dan Frans Albert Joku telah kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI), giliran di Wamena 36 anggota TPN/OPM menyerahkan diri, Kamis ( 6/3).

Ke 36 anggota TPN/OPM itu merupakan kelompok WS. Telenggen, Komandan Kompi 'Danki' TPN/OPM sektor Pegunungan Tengah yang bermarkas di Tiom, Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

Danrem 172/PWY, Kolonel Kav Burhanudin Siagian mengungkapkan, upaya penyerahan diri ke 36 anggota TPN/OPM itu merupakan proses yang panjang, setelah pihaknya melakukan berbagai komunikasi dan negoisasi yang intensif dengan pimpinan mereka.

" Mereka mau menyerahkan diri untuk kembali ke pangkuan ibu pertiwi, karena mereka telah menyadari bahwa apa yang diperjuangkan selama ini hanya sia-sia. Selain itu mereka juga disadarkan dengan kondisi Papua sekarang ini sudah maju dan lebih baik lagi, terutama di era Otonomi Khusus sekarang ini," ujar Danrem kepada Cenderawasih Pos, kemarin.

Menurut perwira dengan pangkat melati tiga di pundaknya itu, memang perjuangan mereka selama ini mendapat simpati dari negara lain. Hanya saja, mereka itu tetap mengakui bahwa Papua tetap menjadi bagian yang utuh dari NKRI.

Dia juga menyebut bahwa sesungguhnya anggota TPN/OPM itu bukan musuh, tapi merupakan anak bangsa yang memiliki perbedaan dalam ideologi. Apalagi keberadaan mereka di hutan itu sebenarnya korban dari kepentingan kelompok/pribadi tertentu.

" Saya melihat perjuangan mereka untuk Papua Merdeka itu bukan murni dari mereka, tapi mereka itu merupakan korban dari kepentingan politik tertentu. Mereka mudah dimanfaatkan oleh kelompok politik tertentu karena faktor kesejahteraan yang kurang berpihak kepada mereka," ujarnya.
Dia berharap, keinginan 36 anggota TPN/OPM menyerahkan diri bisa diikuti oleh saudara-saudara lain yang saat ini masih berada di hutan maupun yang berada di seberang PNG, untuk kembali dan membangun Papua ke arah lebih maju dan bermartabat.

Apakah penyerahan mereka itu sekaligus dengan penyerahan senjata, menurut Danrem yang terpenting mereka sudah memiliki niat baik untuk kembali ke jalan yang benar. Soal senjata, dia yakin dengan sendirinya mereka secara suka rela akan menyerahkannya.

" Yang jelas kalau dia sudah menyerahkan diri, otomatis senjata-senjata yang mereka miliki sudah tidak bermanfaat lagi. Makanya kami akan terus melakukan komunikasi dengan mereka, jika mereka masih menyimpan senjata agar ikut diserahkan," cetusnya.

Berjanji di Depan 3 Menteri///

Sebanyak 36 anggota TPN/OPM yang menyerahkan diri tersebut menyatakan janji akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di depan para Menteri antara lain, Menkokesra, Aburizal Bakrie, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dan Mendagri, Mardiyanto.

Seperti diketahui, setelah dari Kabupaten Tolikara, rombongan Menkokesra itu kemudian ke Wamena untuk melihat laporan Bupati Jayawijaya. "Selain itu kami juga menerima kembalinya 36 orang dari TPN/OPM dari kelompok Westerling yang kembali ke pangkuan NKRI. Kami mendengar pernyataan mereka untuk setia kepada NKRI dan mereka menyatakan ingin terlibat dalam pembangunan. Kami menyambutnya dengan mengatakan bahwa kami gembira menerima saudara-saudara yang telah kembali ke pangkuan ibu pertiwi," tutur Aburizal Bakrie kepada Wartawan di Bandara Sentani, kemarin.
Menkokesra juga mengajak untuk sama-sama membangun agar bisa mendapatkan suatu tingkat kesejahteraan yang lebih baik. "Mereka mengharapkan dan merasa yakin bahwa dengan Otonomi Khusus (Otsus) akan mendapatkan sesuatu yang lebih baik pada seluruh desa-desa tertinggal di Papua," katanya.

Selain itu, lanjutnya, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto juga sudah melihat jalan-jalan mana yang bisa dibangun untuk Papua, kemudian Menteri Dalam Negeri Mardiyanto melihat keadaan-keadaan di sekitarnya untuk dapat mendukung gubernur dalam percepatan pembangunan di Papua.
Saat ditanya apakah kembalinya 36 orang TPN/OPM itu merupakan sebuah skenario, Menkokesra menyatakan, entah diskenariokan atau tidak, yang terpenting masyarakat tersebut sudah lebih yakin akan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah, baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun kabupaten.

"Mereka yakin akan ada pembangunan di daerah terpencil yang selama ini tidak pernah dijamah," tandasnya.

Terhadap para TPN/OPM yang telah kembali ke pangkuan NKRI itu, Ia  juga berjanji akan membangun kampung asal kelompok tersebut yang berada di Kabupaten Jayawijaya itu seperti halnya di Kampung Kanero, Tolikara.

Sebagaimana diketahui, guna melihat perkembangan pembangunan di Kampung Kanero Distrik Bokondini Kabupaten Tolikara yang dilakukan oleh kementerian koordinator kesejahteraan rakyat bersama dengan departemen lain, maka Kamis (6/3) lalu, Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) Aburizal Bakrie berkunjung ke kampung tersebut sekaligus meresmikan pembangunan kompleks perumahan terpadu tipe 36 sebanyak 47 unit di kampung itu.

Selain Menkokesra, turut pula dalam kunjungan itu Menteri Dalam Negeri, Mardiyanto dan Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, Gubernur Papua Barnabas Suebu serta rombongan lainnya.(mud/fud)

© Copyright 2008 by PAPUAPost.com