Kemarin, Daniel Wanda Dimakamankan di TMP Waena JAYAPURA-Jenazah Daniel Wanda

Kategori: Satgas dan Milisi
Oleh Cepos
Dec 4, 2007 - 2:08:01 PM
Halaman ke: 1 2

Semangat NKRI Harus Dipertahankan
Kemarin, Daniel Wanda Dimakamankan di TMP Waena JAYAPURA-Jenazah Daniel Wanda (53), tokoh pejuang Papua sekaligus pahlawan Penegak Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP)Kesuma Trikora, Waena, Selasa ( 4/12) kemarin. Proses pemakamannya sendiri dilakukan semi militer dipimpin Ketua LVRI Papua, Letkol Inf (Purn) Koesmanto.

Sebelum dimakamkan, jenazah almarhum Daniel Wanda yang juga Ketua Dewan Presidium Masyarakat Papua Indonesia itu, diberangkatkan dari rumah duka di Hamadi Gunung dengan diantar kalangan TNI/Polri, warga sipil, murid SD, SMP dan SMA serta puluhan pemuda panca marga.

Bahkan, tidak ketinggalan, ratusan orang anggota perhimpunan JTMC ( Jayapura Tiger Motor Club) turut mengantarkan jenazah almarhum ke tempat peristirahatan terakhirnya itu. Akibat panjangnya iringan-iringan kendaraan para pengantar jenazah yang panjangnya hingga 2 Km itu, tak pelak arus lalulintas dari arah Entrop- Jayapura macet. Setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit dari rumah duka, tepat pukul 11.00 WIT, kereta jenazah milik Kodim 1701/ Jayapura yang membawa Daniel Wanda tiba di TMP Waena.
Peti Jenazah yang ditutup dengan bendera merah putih itu, selanjutnya dikeluarkan dari kereta jenazah dan diusung enam anggota prajurit Yonif 751/BS menuju ke liang lahat.

Sebelum jenazah dimasukkan ke liang lahat, lebih dulu dibacakan riwayat singkat almarhum oleh inspektur upacara Letkol Inf (pur) Koesmanto. Saat itulah, Dandim 1701/ Jayapura Letkol Kav A.H Napoleon dan teman-teman seperjuangannya terlihat tak kuasa menahan air matanya.

Dalam riwayatnya, jabatan almarhum sebelum meninggal adalah Ketua Dewan Masyarakat Papua Indonesia, pejuang Integrasi NKRI. Pendidikan terakhir almarhum adalah STM. Almarhum lahir di Jayapura 14 Desember 1954, putra dari pasangan Obeth Wanda dan Martha Asman Wanda (almarhum).
Almarhum meninggalkan seorang istri, tiga orang anak dan 2 orang cucu. Dia adalah pejuang dan pahlawan Papua kedalam NKRI yang sampai akhir hayatnya terus menyuarakan NKRI harga mati dan mengorbankan apa yang dimilikinya demi keluhuran Negara dan Bangsa Indonesia.

Usai dibacakan riwayat hidupnya, dan ibadah singkat, peti jenazah selanjutnya dimasukkan ke dalam liang lahat. Saat itulah, isak tangis keluarga almarhum, kerabat dekat, teman seperjuangan bahkan sejumlah mantan pejuang Pepera yang hadir, tidak kuasa membendung kesedihannya atas berpulangnya tokoh Papua yang getol memperjuangkan tetap tegaknya Papua bagian dari wilayah kedaulatan dan keutuhan NKRI.

Kepada Cenderawasih Pos, Ketua LVRI Papua Koesmanto mengungkapkan, dirinya mengaku sangat kehilangan salah satu tokoh pejuang merah putih sekaligus contoh bagi generasi muda untuk hidup hanya dicurahkan pada perjuangan menegakkan keutuhan NKRI.

" Dia adalah sosok generasi pemuda yang dalam perjuangannya tidak kenal menyerah. Kendatipun dalam perjuangannya banyak cobaan dan tantangan yang dihadapi tapi dia tetap konsisten rela berkorban untuk kedaulatan dan keutuhan NKRI," ujarnya kepada Cenderawasih Pos usai pemakaman, kemarin.
Dikatakan, almarhum adalah salah satu pemuda putra Papua yang patut dicontoh oleh generasi muda, terutama semangat kebangsannya dalam menegakkan keutuhan bangsa, khususnya di Papua.

" Saya sebagai generasi tua salut kepada anak generasi muda yang sudah ada kesadaran dan keinsafan untuk mau memperkuat, dan memberikan contoh kepada generasi yang akan datang,"tandasnya.

Ditambahkan, Daniel Wanda adalah sosok yang masih muda dan mempunyai pemikiran yang patut dibanggakan serta dapat diandalkan. Di mana setiap ada pertemuan dengan LVRI, almarhum selalu merencanakan dan berpikir tentang hal-hal yang positif dan konstruktif untuk kemajuan pemuda di Papua, khususnya pada kegiatan-kegiatan menjelang 1 Desember.

Hal senada juga disampaikan Dandim 1701/Jayapura Letkol Kav A H Napoleon. Menurutnya, almarhum adalah adalah sosok putra Papua yang gigih memperjuangkan integritas NKRI yang tidak takut dengan segala ancaman dan tantangan yang dihadapinya.


Karena itu, pemerintah dan masyarakat Papua patut menghargainya sebagai seorang pahlawan integrasi, karena jasa-jasanya sangat luar biasa dalam menjaga keutuhan NKRI. Sebagai contoh, saat akan digelar kegiatan Kongres Dewan Adat Papua, almarhum adalah salah seorang yang sangat getol menyuarakan NKRI dan menentang segala bentuk separatis yang ingin memisahkan diri dari Indonesia.


" Saya berharap ke depannya bisa bermunculan sosok-sosok seperti almarhum Daniel Wanda baru yang terus menyuarakan semangat Persatuan dan Kesatuan Bangsa sehingga kedepan Bangsa Indonesia tetap utuh, kokoh, solid dan terus membangun untuk mengejar ketertinggalannya dari nagara lain,"pungkasnya

Sekadar diketahui, sebelum meninggal almarhum sempat dirawat selama dua bulan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta. Almarhum dirawat karena mengalami komplikasi penyakit, yakni liver, empedu, Tifus dan Malaria dan menghempuskan nafas terakhirnya, Jumat (30/11) pukul 22.00 WIT. (mud/148)

Peti jenazah Daniel Wanda (53) saat akan dimasukkan ke liang lahat usai dilakukan upacara secara militer di TMP Kesuma Trikora, Waena, Selasa ( 4/12) kemarin. M.Nur/cepos



Lanjut baca sambungan di halaman: 1 2


Komentar Pembaca