Sebelum dimakamkan, jenazah almarhum Daniel Wanda yang juga Ketua
Dewan Presidium Masyarakat Papua Indonesia itu, diberangkatkan dari rumah duka
di Hamadi Gunung dengan diantar kalangan TNI/Polri, warga sipil, murid SD, SMP
dan SMA serta puluhan pemuda panca marga.
Bahkan, tidak ketinggalan, ratusan
orang anggota perhimpunan JTMC ( Jayapura Tiger Motor Club) turut mengantarkan
jenazah almarhum ke tempat peristirahatan terakhirnya itu. Akibat panjangnya
iringan-iringan kendaraan para pengantar jenazah yang panjangnya hingga 2 Km
itu, tak pelak arus lalulintas dari arah Entrop- Jayapura macet. Setelah
menempuh perjalanan sekitar 45 menit dari rumah duka, tepat pukul 11.00 WIT,
kereta jenazah milik Kodim 1701/ Jayapura yang membawa Daniel Wanda tiba di TMP
Waena.
Peti Jenazah yang ditutup dengan bendera merah putih itu, selanjutnya
dikeluarkan dari kereta jenazah dan diusung enam anggota prajurit Yonif 751/BS
menuju ke liang lahat.
Sebelum jenazah dimasukkan ke liang lahat, lebih dulu
dibacakan riwayat singkat almarhum oleh inspektur upacara Letkol Inf (pur)
Koesmanto. Saat itulah, Dandim 1701/ Jayapura Letkol Kav A.H Napoleon dan
teman-teman seperjuangannya terlihat tak kuasa menahan air matanya.
Dalam
riwayatnya, jabatan almarhum sebelum meninggal adalah Ketua Dewan Masyarakat
Papua Indonesia, pejuang Integrasi NKRI. Pendidikan terakhir almarhum adalah
STM. Almarhum lahir di Jayapura 14 Desember 1954, putra dari pasangan Obeth
Wanda dan Martha Asman Wanda (almarhum).
Almarhum meninggalkan seorang istri,
tiga orang anak dan 2 orang cucu. Dia adalah pejuang dan pahlawan Papua kedalam
NKRI yang sampai akhir hayatnya terus menyuarakan NKRI harga mati dan
mengorbankan apa yang dimilikinya demi keluhuran Negara dan Bangsa
Indonesia.
Usai dibacakan riwayat hidupnya, dan ibadah singkat, peti jenazah selanjutnya dimasukkan ke dalam liang lahat. Saat itulah, isak tangis keluarga almarhum, kerabat dekat, teman seperjuangan bahkan sejumlah mantan pejuang Pepera yang hadir, tidak kuasa membendung kesedihannya atas berpulangnya tokoh Papua yang getol memperjuangkan tetap tegaknya Papua bagian dari wilayah kedaulatan dan keutuhan NKRI.
Kepada Cenderawasih Pos, Ketua LVRI Papua
Koesmanto mengungkapkan, dirinya mengaku sangat kehilangan salah satu tokoh
pejuang merah putih sekaligus contoh bagi generasi muda untuk hidup hanya
dicurahkan pada perjuangan menegakkan keutuhan NKRI.
" Dia adalah sosok
generasi pemuda yang dalam perjuangannya tidak kenal menyerah. Kendatipun dalam
perjuangannya banyak cobaan dan tantangan yang dihadapi tapi dia tetap konsisten
rela berkorban untuk kedaulatan dan keutuhan NKRI," ujarnya kepada Cenderawasih
Pos usai pemakaman, kemarin.
Dikatakan, almarhum adalah salah satu pemuda
putra Papua yang patut dicontoh oleh generasi muda, terutama semangat
kebangsannya dalam menegakkan keutuhan bangsa, khususnya di Papua.
" Saya sebagai generasi tua salut kepada anak generasi muda yang sudah ada kesadaran dan keinsafan untuk mau memperkuat, dan memberikan contoh kepada generasi yang akan datang,"tandasnya.
Ditambahkan, Daniel Wanda adalah sosok yang masih muda dan mempunyai pemikiran yang patut dibanggakan serta dapat diandalkan. Di mana setiap ada pertemuan dengan LVRI, almarhum selalu merencanakan dan berpikir tentang hal-hal yang positif dan konstruktif untuk kemajuan pemuda di Papua, khususnya pada kegiatan-kegiatan menjelang 1 Desember.
Hal senada juga
disampaikan Dandim 1701/Jayapura Letkol Kav A H Napoleon. Menurutnya, almarhum
adalah adalah sosok putra Papua yang gigih memperjuangkan integritas NKRI yang
tidak takut dengan segala ancaman dan tantangan yang dihadapinya.
Karena itu, pemerintah dan masyarakat Papua patut menghargainya sebagai seorang pahlawan integrasi, karena jasa-jasanya sangat luar biasa dalam menjaga keutuhan NKRI. Sebagai contoh, saat akan digelar kegiatan Kongres Dewan Adat Papua, almarhum adalah salah seorang yang sangat getol menyuarakan NKRI dan menentang segala bentuk separatis yang ingin memisahkan diri dari Indonesia.
" Saya berharap ke depannya bisa bermunculan sosok-sosok seperti almarhum Daniel Wanda baru yang terus menyuarakan semangat Persatuan dan Kesatuan Bangsa sehingga kedepan Bangsa Indonesia tetap utuh, kokoh, solid dan terus membangun untuk mengejar ketertinggalannya dari nagara lain,"pungkasnya
Sekadar diketahui, sebelum meninggal almarhum sempat dirawat selama dua bulan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta. Almarhum dirawat karena mengalami komplikasi penyakit, yakni liver, empedu, Tifus dan Malaria dan menghempuskan nafas terakhirnya, Jumat (30/11) pukul 22.00 WIT. (mud/148)
Peti jenazah Daniel Wanda (53) saat akan dimasukkan ke liang lahat usai dilakukan upacara secara militer di TMP Kesuma Trikora, Waena, Selasa ( 4/12) kemarin. M.Nur/cepos