Perang Suku di Mimika, 4 Tewas

Kategori: Politik Global
Oleh Cepos
Oct 19, 2007 - 12:26:46 AM

[JAYAPURA] Sebanyak empat orang meninggal dunia dan 45 luka-luka akibat perang antarasuku kembali berkecamuk di Kabupaten Mimika, Papua sejak Selasa (16/10) hingga Kamis (18/10) pagi. Dua kelompok warga yang bertikai berasal dari Kampung Kimbeli dan Banti, Distrik Tembagapura.

Perang suku itu terjadi sekitar 6 kilometer arah timur Kota Tembagapura, pusat permukiman karyawan PT Freeport Indonesia di dekat pengelolaan tambang emas dan tembaga di Grasberg.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Mimika, AKBP Godhelp C Mansnembra saat dihubungi SP Kamis pagi dari Jayapura melalui telepon seluler membenarkan perang antarsuku tersebut dan kini pihaknya tengah berjuang agar bisa mendamaikan kedua kelompok yang bertikai itu.

Diungkapkan hingga Rabu kemarin, pihaknya baru mengetahui satu nama korban tewas, yaitu Laki M (24) dari Kampung Banti. Jenazahnya telah dibakar secara adat Suku Amungme dan abunya dikuburkan oleh kelompok warganya sore kemarin. Sedangkan tiga korban belum diketahui namanya.

Mengenai penyebab perang suku, Mansnembra mengatakan informasinya masih belum akurat. Diduga adanya satu orang provokator yang memancing situasi munculnya konflik tersebut. Namun, menurutnya, oknum tersebut belum bisa dimintai keterangan karena sedang dirawat.

Dikatakan, pihak kepolisian kini fokus mengamankan wilayah Tembagapura dan perawat yang bertugas di Rumah Sakit Tembagapura dan RS Waa Banti, tempat para korban luka-luka dirawat. [ROB/W-8]


ores2.jpg
Galian di Grasberg




Komentar Pembaca