Radio NZ Internasional DIposkan pada 22:39 on 03 January, 2008 UTC [Terjemahan SPMNews Crew, 06 Januari 2008]
Seorang pemimpin gereja di Papua Indonesia menyambut baik proposal oleh Perdana Menter PNG untuk memperlunak larangan-larangan di perbatasan antara kedua negara.
Father Neles Tebay dari Diosis Katolik Jayapura katakan orang papau sepatutnya bergerak secara bebas melewati tapal batas karena mereka adalah sama-sama orang Melanesia.
Michael Somare telah memintakan kepada Presiden Indonesia Susilo Yudhoyono pada konferensi 'climate change' di Bali.
Father Neles katakan ia juga mau lihat jumlah pasukan perang di wilayah perbatasan dikurangi karena kehadiran mereka menyebabkan rasa takut dan akibatnya orang tidak bergerak dengan bebas.
Tetapi ia akui Jakarta kemungkinannya tidak akan meloloskan proposal ini.
"Pemerintah Indonesia pikir bahwa dengan demikian dengan mudah orang Papua akan ke luar negeri, untuk mencari suaka politik. Itu artinya mengangkat kasus-kasus politik Papua Barat di luar negeri. Ini salah satu alasan pemerintah barangkali bisa keberatan atau enggan untuk menanggapi proposal yang diajukan Perdana Menteri Michael Somare.”
http://www.rnzi.com/pages/news.php?op=read&id=37297
Pemimpin Gereja di Papua Mendesak Kebebasan yang Lebih Luas di Perbatasan dengan PNG
Father Neles Tebay atas Usulan Michael Sumare