Artikel dari  icon

Sangat luar biasa kalau setiap hari orang Papua mati satu persatu

Diposkan di: Publik
Oleh Koteka Webmaster
Nov 23, 2007 - 12:51:16 AM
Cetak Halaman ini
Dari jumlah penduduk yang secara kasar hanya 1,5 juta jiwa Dear Member's

Sangat luar biasa kalau setiap hari orang Papua mati satu persatu dari jumlah penduduk yang secara kasar hanya 1,5 juta jiwa maka tidak mungkin lagi jumlah penduduk Papua akan meningkat dari jumlah itu. Jumlah ini sampai hari ini masih menjadi misteri, dimana waktu pelaksanaan PEPERA tahun 1969 jumlah penduduk 800.000 jiwa diwakili oleh 1.026 orang tetapi setelah 40-an tahun Indonesia berhasil menguasai dan menjajah Papua jumlah Penduduk Papua masih tidak naik2 justru berkurang.

Apakah ini tidak kurang dari proses pembasmian (ethnic Genocide)? Kalau tidak apa jaminannya? karena semenjak pelaksanaan PEPERA hingga hari katanya Jakarta sudah berikan Otonomi Khusus (UU No.21 Thn 2001) tetapi belum ada jaminan hidup bagi orang Papua?

Yang paling mengerihkan adalah setiap hari orang Papua mati satu persatu lihat Cepos hari ini warga di Lereh Kabupaten Jayapura tewas dianiaya anggota TNI AD fotonya korban terpampang jelas tetapinya anehnya isi berita headline hari ini adalah pemanggilan beberapa pejabat untuk melihat pelaksanaan program pembangunan khususnya melihat hasil pemeriksaan Keuangan Daerah oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Disisi media cetak manfaatkan hot issue's masalah kematian penduduk sipil tetapi tidak ada detail peristiwa hanya menjadi pelaris koran supaya orang Papua bisa beli koran dari keterpurukan ekonomi mereka sementara proses pemusmahan dirinya dari tanah kelahirannya tidak menjadi keprihatinan para pelacur politik yang mengklaim diri wakil rakyat dan para birokrat yang mengaku diri aparatur negara yang loyal kepada negara yang tidak memberikan jaminan hidup bagi rakyatnya.

Sangat aneh sementara rakyat dibunuh setiap hari, MRP, DPRP dan Gubernur diam dan menyibukkan diri dapat proyek apa dari keuntungan uang otonomi atau uang darah yang mengalir di Tanah Papua. Sangat bodoh kalau orang Papua yang di tokohkan dalam era otonomi Khusus ini hanya sibuk urus untuk masalah prasarana, investasi asing, pemekaran, dan inpres penindasan dan pembunuhan sementara tidak ada proteksi bagi hak hidup orang Papua.

Lalu apa yang kita banggakan dari Indonesia dan masa jayanya di Papua Barat? Lalu apa yang kita banggakan dengan UU No 21 Tahun 2001 yang didukung habis-habisan dari dunia Eropa, Amerika Serikat dan Australia bagi Indonesia? Bagi orang Papua mestinya harus sadar bahwa pemberian Otsus adalah jilid kedua pembasmian etnis (ethnic genocide) lalu sangat sibuk dengan agenda tersebut maka orang Papua jugalah yang menjadi eksekutor pembasmian orang Papua sendiri.

Meningkatnya angka kematian secara tidak wajar di Papua belakangan ini tidak menjadi perhatian Gubernur, Majelis Rakyat Papua dan Dewan Perwakilan Rakyat Papua "diam seribu bahasa" apa sih yang menjadi kekhususan Otonomi Khusus sehingga pembasmian rakyat Papua begitu meningkat drastis tanpa pertanggungjawaban hukum yang jelas?

Orang Papua sedang terancam punah oleh karena itu perlu ada langkah proteksi jaminan hak hidup yang jelas. Kalau tidak Papua tinggal nama.

Salam damai.

Diaz


© Copyright 2008 by PAPUAPost.com