. Pos Jakarta Rabu, 20 Februari, 2008.
Nethy Dharma Somba, Pos Jakarta, Jayapura.
Penduduk perwalian Pegunungan Bintang Papua pada Selasa menyuarakan tentangan mereka sampai usulan pembentukan provinsi baru.
Sesudah lima orang bupati pada Senin mengeluarkan pernyataan bersama di Jayapura untuk provinsi mandiri yang akan termasuk Pegunungan Bintang, orang di Oksibil, ibu kota perwalian, mengadakan reli yang menolak rencana.
"Orang dengan kuat menentang rencana." Kami menginginkan untuk tetap sebagian integral Papua. Ratusan orang sudah memprotes melawan keputusan lima orang bupati itu, Pegunungan Bintang legislatif pembicara Theo B. Opki mengatakan Pos Jakarta pada Selasa.
Theo mengatakan penduduk melawan usul di dasar-dasar Pegunungan Bintang masih adalah perwalian baru, di perlu perbaikan administratif, oleh sebab itu tidak ada sebab untuk dilibatkan di tugas tambahan membentuk provinsi baru.
Pegunungan Bintang, Yahukimo dan perwalian Tolikara muncul dari Jayawijaya perwalian pada 2002 di samping 11 perwalian lain di Papua.
Blok tersandung yang utama, kata Theo, adalah isolasi teritorial karena masing-masing daerah bisa dicapai hanya di samping udara, cara mahal transportasi.
"Kami tidak mempunyai akses yang melalui darat yang mana pun dan menghargai banyak untuk mengunjungi orang di daerah pedesaan karena kami mesti pergi di samping udara." Kami perlu menanggapi masalah ini terlebih dulu dan tidak meminta provinsi baru, katanya.
Theo mengatakan Pegunungan Bintang Regent Wellington Wenda, seorang di antara lima orang bupati itu yang meminta pendirian provinsi baru, belum pernah kata warganegara atau badan pembuat undang-undang lokal rencananya untuk langkah seperti itu. Orang menganggap keputusan yang berdasarkan minat pribadinya, sebagai Theo mengatakan.
Lima orang bupati itu membentuk tim menengahi yang dituntun oleh Regent Wellington Wenda, dan tim bertemu dengan Papua legislatif sifat buruk pembicara Paskalis Kosay dan Perkumpulan Papua People (MRP) Chairman Agus Alua Alue.
"Keinginan mereka untuk memisahkan adalah usul saja dan mereka belum membawa" kata "soal secara resmi kepada MRP," Agus sesudah pertemuan.
Tim berangkat ke Jakarta pada Selasa untuk menemui Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono, Menteri Home Mardiyanto dan Commission II anggota Rumah Wakil
Penduduk Papua menolak baru provinsi gagasan.
Penduduk perwalian Pegunungan Bintang Papua pada Selasa menyuarakan tentangan mereka sampai usulan pembentukan provinsi baru