Dubes Rusia Bahas Peluncuran Satelit di Biak

Kategori: Press Release, Politik Global
Oleh Koteka Webmaster
Mar 31, 2008 - 1:54:22 AM
Halaman ke: 1 2

Dengan Team Lobi Masalah Peluncuran Satelit di Nirmala Beach Hotel Biak
AKI-( 18 Maret 2008 ) Rencana peluncuran satelit milik Rusia di Kabupaten Biak Numfor terus ditindaklanjuti. Komitment dan keputusan Dewan Adat Biak untuk menolak Proyek satelit diwilayah Adat Biak Numfor oleh Masyarakat Adat Byak akibat miskomunikasi dan ketidaktranparansi Pemda Kabupaten Biak Numfor dan Pemerintah Indonesia membuat tidak ada keharmonisan dan kerja sama yang baik antara Dewan Adat Biak, Pemda Kabupaten Biak Numfor, dan Pemerintah Rusia sendiri . nampaknya Pemerintah Rusia sangat serius dalam merespon Aspirasi masyarakat adat yang meminta trasparansi dalam proyek peluncuran satelit itu. Sebagai bukti, Rusia mengutus Duta Besarnya untuk Indonesia Alexander Ivanov bertemu langsung dengan masyarakat adat dan pemerintah daerah di Kabupaten Biak Numfor, Senin (17/3) kemarin.

 Kedatangan Dubes Rusia tidak sendiri tetapi dikawal oleh Pemilik Proyek Antariksa dan rombongan Indonesia yang berjumlah  8 orang. Salah satunya adalah Dirjen Lounch Rusia, Anatoly Karpov. Rombongan Dubes Rusia yang menggunakan pesawat khusus tiba di Bandar Udara Internasional Kaisiepo, Senin (17/3) kemarin sekitar pukul 16.30 WIT.

Dari Bandar Udara, mereka dijemput Bupati Biak Numfor, Ketua Dewan Adat Biak Mananwir Beba Yan Piter Yarangga , masyarakat adat dan jajaran Muspida menuju Nirmala Beach Hotel.Dihotel Nirmala Beach Hotel Biak, Duta Besar Rusia untuk Indonesia dan Pemilik Pproyek satelit Anatolif Karpov dan delegasi menjelaskan tujuan dan maksud kedatangan mereka ke Biak untuk bertemu dengan Pimpinan Dewan Adat dan Pemerintah daerah Kabupaten Biak Numfor serta Muspida . Dalam pertemuan itu Duta Besar Rusia untuk Indonesia Alexander Ivanov dengan penuh hormat menyampaikan penghargaan yang setinggi – tingginya kepada Pemerintah Indonesia melalui Pemda Kabupaten Biak Numfor dan Pimpinan Dewan Adat Biak yang dengan tulus dan ikhlas menerima kunjungan mereka di Biak . Hal ini dapat terlihat melalui penyambutan tari – tarian tradisional yang dimainkan oleh Masyarakat Adat  dan sikap keramahtamaan . Hal ini disampaikan oleh Penterjemah Dubes Rusia Mrs. Veronica Novoselseva ( Kepala Bidang Ekonomi dan Bilateral Kedubes Rusia ) . Lebih spesifik lagi Dubes Rusia mengatakan bahwa Proyek Peluncuran satelit ini adalah proyek Kerja sama antara kedua negara yakni Indonesia dan Rusia dan beliau berharap melalui proyek ini Pemda Biak Numfor akan memperoelh keuntungan yang besar karena nilai investasi proyek, begitu juga Masyarakat Adat selaku pemilik Hak Ulayat akan memperoleh manfaat yang besar karena Pemerintah Rusia akan memberikan bantuan melalui Bidang Pendidikan, Kesehatan, Kesejahteraan Sosial Anak – anak , membangun rumah sakit, sekolah dan pasti Masyarakat Lokal turut berpartisipasi dalam proses persiapan proyek ini .

Lebih tegas lagi Dubes Rusia Untuk Indonesia mengatakan bahwa jika proyek ini jalan dengan sukses maka Income bagi Pemerintah daerah akan meningkat dari sisi Pariwisata, karena banyak orang dari Negara lain diAsia, eropa akan datang melihat peluncuran satelit di Kabupaten Biak Numfor . diharap Biak akan menjadi Bali kedua di Indonesia dan khususnya diPapua .  

Lebih dilengkap lagi ketika salah seorang dari delegasi Rusia mempresentasekan Proyek satelit Rusia kepada Team Lobi Masalah Satelit di Biak  dan Pemda Kabupaten Biak Numfor . Dalam Presentase tersebut kepada Team Lobi dikatakan bahwa Proyek satelit ini sifatnya ramah lingkungan, dan minyak yang dipakai untuk peluncuran roket adalah minyak Tanah dicampur dengan gas yang tidak berbahaya dan mengandung racun sehingga pemerintah rusia berjanji bahwa tidak akan ada dampak kepada Masyarakat di Kabupaten Biak Numfor . Dia juga mengatakan bahwa delegasi Rusia dan Pemilik Proyek satelit Rusia bersedia untuk menerima kritik, saran, masukan melalui email, sms dan telepon kapan saja dan pasti pemerintah Rusia akan merespon permohonan dan permintaan masyarakat Adat.


Sesi Pertanyaan .

Dalam kesepatan itu terjadi dialok singkat antara Team Lobi Masalah Peluncuran satelit dikabupaten Biak Numfor dan Pemda Biak Numfor . Dalam kesempatan itu Mananwir Biak Yan Piter Yarangga menegaskan kembali apa yang sudah menjadi kesepakatan masyarakat Adat Biak pada saat melakukan penolakan terhadap kehadiran proyek satelit ini dikabupaten Biak Numfor karena Masyarakat tidak memperoleh Informasi yang transparan dan tidak ada keterbukaan dan transparansi antara Pemda Biak Numfor kepada masyarakat Adat. Selain itu Masyarakat Adat belum tahu berapa harga nilai Investasi yang akan diperoleh setiap bulan dan tahun itu seperti Apa ?, Posisi Masyarakat Adat itu bagaimana ? dan hak – hak dasar masyarakat Adat itu supaya jangan di injak oleh siapupun didunia ini sebab masyarakat biak merupakan pemilik Hak Ulayat dan kedaulatan atas wilayah Adat Biak . Untuk itu Mananwir Yan Piter Yarangga kepada Dubes Rusia dan delegasi Rusia bahwa jika hak – hak masyarakat tetap saja diabaikan dan tidak diperhatikan maka tetap Dewan Adat akan menolak proyek Megapro peluncuran satelit di Biak .


Setelah melakukan pertemuan tertutup dengan bupati, Team Lobi Dewan Adat Biak  dan Muspida di Nirmala Beach Hotel, rombongan Dubes bertemu dengan masyarakat adat dan pemerintah setempat di Gues House. Hadir pula Pangkosek, Danrem 173/PVB, Danlanal Biak dan petinggi daerah lainnya.

Pertemuan sekaligus jamuan makan malam bersama di kompleks kediaman bupati itu. Dalam sambutannya, Dubes Rusia menyatakan memberikan apresiasi atas sambutan masyarakat dan pemerintah setempat terkait dengan kedatangan mereka.Dalam kesempatan itu, Alexander juga menyatakan bahwa hubungan Rusia dan Indonesia selama ini telah berlangsung lama dan baik. Demikian halnya proyek peluncuran satelit telah disepakati oleh kedua negara.

Antara Presiden Rusia dan Indonesia juga telah bertemu langsung di Jakarta , bahkan Presiden Indonesia juga telah melakukan kunjungan ke Rusia. "Proyek ini sangat canggih dan akan membuat Biak akan dikenal ke seluruh dunia. Dan dengan peluncuran satelit ini akan mewujudkan Indonesia sebagai negara antariksa di dunia," tandasnya. Tentang dampak positifnya terhadap masyarakat sekitarnya, pada dasarnya tetap ada dan cukup besar. Salah satunya berdampak terhadap masalah tenaga kerja dan keterlibatan masyarakat adat dalam proyek itu sendiri, dan sejumlah dampak lainnya termasuk pertumbuhan ekonomi. Pihak Dewan Adat Biak (DAB) sendiri nampaknya sangat menyambut baik pertemuan dengan pihak Rusia ini. Artinya, dari pertemuan itu ada kejelasan pasti tentang posisi masyarakat adat sebagai pemilik hak ulayat dalam proyek peluncuran saletit tersebut.

"Dari pertemuan kami sangat terbuka sekali. Dari Dubes Rusia menjelaskan dan mempersilahkan kami mempertanyakan apa yang kurang jelas. Kami memang sangat puas atas kesediaan pihak Rusia akan melibatkan masyarakat adat dalam proyek ini, tapi tentu saja perlu ditindaklanjuti dalam MoU," ujar Ketua Dewan Adat Biak, Pieter Yarangga, kepada Cenderawasih Pos usai pertemuan.
Dikatakan ketidakjelasan posisi Dewan Adat Biak selama ini karena tidak ada penjelasan dan sekarang sudah mulai jelas. "Pada dasarnya kami tidak mau dijadikan sebagai objek dalam proyek itu. Jadi intinya dengan proyek peluncuran satelit ini masyarakat juga dapat menikmati dampak positif. Saya kira itu yang kami inginkan, dan kalau ada keterbukaan seperti itu saya kira tidak ada masalah," tandasnya. Dalam kesempatan itu, Dubes Rusia juga menyerahkan beasiswa secara simbolis untuk tiga masyarakat adat diterima langsung oleh Bupati Biak Numfor Yusuf Melianus Maryen, S.Sos, MM. Hanya saja, siapa yang akan diberikan beasiswa itu belum ditentukan orangnya dan akan diberikan ke masyarakat adat untuk menentukannya. "Siapa yang akan dikirim untuk mendapatkan beasiswa ini dikembalikan ke Dewan Adat Biak. Tentunya diharapkan dari masyarakat adat sendiri," ujar Bupati usai menerima beasiswa itu secara simbolis.  ( dikumpulkan dari hasil pertemuan dihotel Nirmala Beach Biak dan berbagai sumber lainnya .)



Lanjut baca sambungan di halaman: 1 2


Komentar Pembaca