|
1 orang mahasiswa dan seorang lainnya OPM gadungan
|
|
Ter Tabuni sedang menghadap, dikawal ketat aparat TNI
|
|
Markas Batalyon 756
|
|
Truk pembunuh orang Papua
|
Dua anggota Intel bersama anggota dewan
|
1. Saya minta pemekaran Kabupaten Puncak Trikora
2. Minta pakaian
3. Minta pembangunan perumahan
4. Minta pembangunan Listrik
5. Minta mobil Strada 5 buah
6. Minta motor GL Pro 5 buah
7. Minta jalan-jalan ke Jakarta
8. Minta uang 15 Milyar
|
Dua nggota Intel di warung bakso, Wamena
|
Hasil
uang 50 juta dipakai untuk acara barapen di Sinatma pinggir kali Uwe
pada (Senin, 9/03/08) acara syukuran pemekaran kabupaten Puncak
Trikora. Sungguh pembohongan dan rekayasa murahan TNI telah mencoreng
wajah NKRI di mata dunia internasional dan nasional.
Pada
pukul 10:45 WIT Komandan Batalion 756 tiba dilokasi menemui anak-anak
terminal sinatma yang dipaksa mengaku diri sebagai TPN/OPM menurut
kemauan Militer untuk merekayasa penyerahan diri TPN/OPM didepan 3
orang menteri RI yang datang berkunjung ke Wamena. Komandan berpelukan
mesra sekali dengan Ter Tabuni sebagai seorang anak yang sangat
dikasihinya sebab telah mengangkat nama baik bapak kandungnya (Komandan
Batalion 756 WMS), tanpak didalam photo komandan menciumnya berapa kali
sebagai ucapan terima kasih atas keberhasilan yang akan direbutnya
nanti.
Ter
Tabuni langsung memimpin rombongan menuju lokasi pinggir jembatan
danime yang dibelakangnya diikuti oleh Komandan Batalion, sesampainya
disana komandan langsung memeluk dan berjabat tangan dengan ke-36 orang
anggota TPN/OPM Gadungan yang kembali ke NKRI. Dalam sambutannya
Komandan meminta “ke-36 anggota TPN/OPM tidak boleh membuka mulut atas
rekayasa murahan Militer ini, jika kedapatan makan tidak segan-segan
anak buah saya siap memangsa kalian”, katanya dalam sambutan tersebut
di Jembatan gantung danime, Distrik Maki pada hari kamis (05/03/08)
lalu.
P.
Wenda salah seorang anggota TNI Batalion 756 adalah seorang putra
daerah berasal dari kampung Danime yang adalah mempunyai hubungan darah
dengan 36 anggota TPN/OPM Gadungan yang menyerahkan diri nanti di
MAKODIM Wamena. Ia mendampingi komandan membawa rombongan ke Makodim.
Pukul 12:23 naik truk mengangkut semua rombongan yang menyerahkan diri
dan setibanya di Markas ada beberapa anggota yang telah mempersiapkan
acara penyambutan yang dikoordinir oleh Mathias Wenda S.Th, M.Si dengan
beberapa orang Bakar Batu dibelakang barak asrama TNI di Kodim Wamena.
Hari
Jumat (06/03/08) Bakar Batu sejak pagi hari dibelakang Asrama TNI dan
siang harinya makan bersama dengan beberapa aktor-aktor yang terlibat
didalam rekayasa tersebut. Tanpak lebih jelas ada didalam photo-photo
yang terkirim sebagai lampiran. Mathias Wenda S.Th meminta dukungan
badan TNI untuk dipercayakan sebagai bupati kabupaten Puncak Trikora
nanti kepada beberapa pejabat penting (Kodam, Dandrem, Dandim, BIN,
BAIS dan BAKIN yang dari pusat turut hadir dalam menyambut kehadiran
ketiga menteri yang tiba besok (07/03/08) dalam acara jamuan makan
bersama sekaligus merayakan kemangan SKENARIO MURAHAN MILITER Indonesia
di Wamena.
Sore
harinya Kodim memberikan latihan upacara penyerahan untuk mempersiapkan
diri dalam acara resmi dihadapan ketiga Menteri Negara yang akan tiba
besok pagi di Makodim Wamena. 36 anggota TPN/OPM diberikan pelatihan
bagaimana mengajukan permohonan dihadapan para pejabat penting NKRI.
Setiap kata-kata dalam wawancara telah diatur dan dissenting sesuai
keinginan Pangdam XVIII Trikora, Dandrem 1702 PWY, Dandim 1702 JWY,
Komandan Batalion 756 WMS, BIN, BAIS dan BAKIN.
Demikian
laporan kronologis rekayasa DANDREM 1702 PWY attas penyerahan diri 36
anggota TPN/OPM Gadungan ke MAKODIM 1702 JWY WAMENA dari wawancara
langsung dengan anggota TPN/OPM Gadungan di pasar Sinatma sambil makan
pinang (13/03/08) kemarin malam. (WeNdAnAk Jr Ak-47 RA)
