KRONOLOGIS REKAYASA DANDREM 1702 PWY

Kategori: Press Release, Lawan Neokoloni
Oleh SPMNews Agamua
Mar 16, 2008 - 1:26:42 AM

PENYERAHAN DIRI 36 ANGGOTA TPN/OPM GADUNGAN KE MAKODIM 1702 PWY WAMENA
3.jpg
1 orang mahasiswa dan seorang lainnya OPM gadungan
MAKI – (SPMNews) -- Terkuak sudah skenario rekayasa murahan Pangdam XVIII Trikora, Dandrem 1702 PWY, Dandim 1702 PWY, Komandan Batalion 756 WMS, BIN, BAKIN dan BAIS Wamena dari Ter Tabuni S.TH, M.SI dkk yang berhasil diwawancarai langsung oleh informan crew SMPNews Maki (13/03/08) kemarin malam dipasar sinatma.
 
12.jpg
Ter Tabuni sedang menghadap, dikawal ketat aparat TNI
Pertemuan pertama kami lakukan di Wimanesili MABES Batalion 756 WMS Wamena, dalam pertemuan itu kami mengutus ketiga orang teman yang bertatap muka langsung dengan Komandan Batalion 756 WMS sambil makan bakso di warung makan bakso Wimane Sili (05/03/08). Setelah itu, membahas persiapan rancangan Skenario penyerahan 36 Anggota TPN/OPM gadungan diruang kerja Komandan Batalion 756 WMS.
 
9.jpg
Markas Batalyon 756
Rancangan dan Strategi sudah okey, maka kami bersama 2 orang agen Perwira Intel Kodim dipercayakan oleh Komandan Batalion untuk mendahului terjun langsung kelapangan tempat para pasukan TPN/OPM Gadungan yang diatur oleh Ter Tabuni S.Th, M.SI, Mathias Wenda S.Th. M.Si di jembatan gantung kali Baliem Danime kecamatan Maki akan menjemput pasukan TNI dan Komandan Batalion disana”, kepada crew SPMNews sambil makan pinang. Tepatnya hari kamis (05/03/08) pagi subuh kami berangkat dari Markas bersama 50 anggota TNI bersenjata lengkap pagi subuh menggunakan 5 buah mobil. Kami tiba pada pukul 09:17 WIT dijemput langsung oleh Ter Tabuni dkk dan langsung menuju kekali sesuai rencana yang telah diatur sebelumnya.
 
10.jpg
Truk pembunuh orang Papua
Dua agen intel dan 50 pasukan menuju kekali Baliem jembatan gantung Danime. Ter berjalan didepan memimpin rombongan menuju anak-anak terminal Sinatma yang disuruh mengaku sebagai anggota TPN/OPM oleh Kodam XVIII Trikora melalui agen-agen pribumi penjilat pantat. Sebagai hadiah atas pengakuan mereka, kedua intel bersama 50 anggota TNI membagikan rokok surya 12 satu persatu kepada 36 anggota TPN/OPM gadungan binaan mereka selama ini.
 
6a.jpg
Dua anggota Intel bersama anggota dewan
Anehnya tidak ada salah satu dari 36 anggota TPN/OPM yang diwawancarai tetapi kedua intel itu mengambil handicam langsung mewancarai TER Tabuni, didalam wawancara tersebut Ter Tabuni meminta kepada ketiga Menteri RI yang akan datang pada hari sabtu (07/03/08) di Makodim Wamena bahwa :
1.     Saya minta pemekaran Kabupaten Puncak Trikora
2.     Minta pakaian
3.     Minta pembangunan perumahan
4.     Minta pembangunan Listrik
5.     Minta mobil Strada 5 buah
6.     Minta motor GL Pro 5 buah
7.     Minta jalan-jalan ke Jakarta
8.     Minta uang 15 Milyar
 
1.jpg
Dua nggota Intel di warung bakso, Wamena
Untuk uang 15 Milyar dipergunakan bagi kepentingan BISNIS MILITE Pangdam XVIII Trikora, Dandrem, Dandim 1702 PWY, Komandan Batalion 756 WMS, BIN, BAIS dan BAKIN Wamena demi pembangunan structural militer di Kabupaten Yahukimo, Kab Tolikara, Kab. Pegunungan Bintang, Kab. Puncak Jaya, dan kab. Jayawijaya. Menteri menyerahkan uang 15 Milyar kepada Ter Tabuni dkk, tetapi uang tersebut diambil oleh militer dan menyerahkan 50 Juta kepada Ter Tabuni dan 36 anggota TPN/OPM Gadungan.
 
Hasil uang 50 juta dipakai untuk acara barapen di Sinatma pinggir kali Uwe pada (Senin, 9/03/08) acara syukuran pemekaran kabupaten Puncak Trikora. Sungguh pembohongan dan rekayasa murahan TNI telah mencoreng wajah NKRI di mata dunia internasional dan nasional.
 
Pada pukul 10:45 WIT Komandan Batalion 756 tiba dilokasi menemui anak-anak terminal sinatma yang dipaksa mengaku diri sebagai TPN/OPM menurut kemauan Militer untuk merekayasa penyerahan diri TPN/OPM didepan 3 orang menteri RI yang datang berkunjung ke Wamena. Komandan berpelukan mesra sekali dengan Ter Tabuni sebagai seorang anak yang sangat dikasihinya sebab telah mengangkat nama baik bapak kandungnya (Komandan Batalion 756 WMS), tanpak didalam photo komandan menciumnya berapa kali sebagai ucapan terima kasih atas keberhasilan yang akan direbutnya nanti.
 
Ter Tabuni langsung memimpin rombongan menuju lokasi pinggir jembatan danime yang dibelakangnya diikuti oleh Komandan Batalion, sesampainya disana komandan langsung memeluk dan berjabat tangan dengan ke-36 orang anggota TPN/OPM Gadungan yang kembali ke NKRI. Dalam sambutannya Komandan meminta “ke-36 anggota TPN/OPM tidak boleh membuka mulut atas rekayasa murahan Militer ini, jika kedapatan makan tidak segan-segan anak buah saya siap memangsa kalian”, katanya dalam sambutan tersebut di Jembatan gantung danime, Distrik Maki pada hari kamis (05/03/08) lalu.
 
P. Wenda salah seorang anggota TNI Batalion 756 adalah seorang putra daerah berasal dari kampung Danime yang adalah mempunyai hubungan darah dengan 36 anggota TPN/OPM Gadungan yang menyerahkan diri nanti di MAKODIM Wamena. Ia mendampingi komandan membawa rombongan ke Makodim. Pukul 12:23 naik truk mengangkut semua rombongan yang menyerahkan diri dan setibanya di Markas ada beberapa anggota yang telah mempersiapkan acara penyambutan yang dikoordinir oleh Mathias Wenda S.Th, M.Si dengan beberapa orang Bakar Batu dibelakang barak asrama TNI di Kodim Wamena.
 
Hari Jumat (06/03/08) Bakar Batu sejak pagi hari dibelakang Asrama TNI dan siang harinya makan bersama dengan beberapa aktor-aktor yang terlibat didalam rekayasa tersebut. Tanpak lebih jelas ada didalam photo-photo yang terkirim sebagai lampiran. Mathias Wenda S.Th meminta dukungan badan TNI untuk dipercayakan sebagai bupati kabupaten Puncak Trikora nanti kepada beberapa pejabat penting (Kodam, Dandrem, Dandim, BIN, BAIS dan BAKIN yang dari pusat turut hadir dalam menyambut kehadiran ketiga menteri yang tiba besok (07/03/08) dalam acara jamuan makan bersama sekaligus merayakan kemangan SKENARIO MURAHAN MILITER Indonesia di Wamena.
 
Sore harinya Kodim memberikan latihan upacara penyerahan untuk mempersiapkan diri dalam acara resmi dihadapan ketiga Menteri Negara yang akan tiba besok pagi di Makodim Wamena. 36 anggota TPN/OPM diberikan pelatihan bagaimana mengajukan permohonan dihadapan para pejabat penting NKRI. Setiap kata-kata dalam wawancara telah diatur dan dissenting sesuai keinginan Pangdam XVIII Trikora, Dandrem 1702 PWY, Dandim 1702 JWY, Komandan Batalion 756 WMS, BIN, BAIS dan BAKIN.
 
Demikian laporan kronologis rekayasa DANDREM 1702 PWY attas penyerahan diri 36 anggota TPN/OPM Gadungan ke MAKODIM 1702 JWY WAMENA dari wawancara langsung dengan anggota TPN/OPM Gadungan di pasar Sinatma sambil makan pinang (13/03/08) kemarin malam. (WeNdAnAk Jr Ak-47 RA)



Komentar Pembaca