<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0">
  <channel>
    <title>PAPUAPost.com</title>
      <link>http://www.melanesianews.org/suara/publish/</link>
      <description>Bersuara Karena &amp; Untuk Kebenaran!</description>
      <pubDate>Tue, 01 Apr 2008 17:01:45 PST</pubDate>
      <language>en-us</language>
      <item>
        <title>Editorial: Antara Kegagalan Pelaksanan UU Otus sepenuhnya dan Penolakan Otsus oleh Masyarakat Papua</title>
        <link>http://www.melanesianews.org/suara/publish/wpnews/Editorial.shtml</link>
        <category>WPNews Groups</category>
        <description>[SPMNews] Aspirasi Papua Merdeka jelas tidak akan pernah dimatikan,
sampai titik darah penghabisan. Demikian pula, NKRI tidak akan pernah
mundur selangkahpun dari cengkeramannya di Tanah Papua. Di antara
keduanya itu, ada masyarakat internasional yang beradab dan demokratis,
yang menjadi penonton kedua posisi. Masyarakat internasioal menyadari,
karena mereka sendiri terlibat langsung dalam proses referendum (yang
kita kenal dengan nama Pepera itu), dan mengenal betul bahwa prosesnya
tidak demokratis, tetapi dilegalkan atas nama dan demi kepentingan
Perang Dingin dan kekayaan alam yang melimpah di Tana Papua.&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

Dunia tahu persis mengapa bangsa Papua mau merdeka. Mereka secara
prinsipil mendukung, karena semua deklarasi dan piagam internasional
menyangkut kemanusiaan dan hak asasi manusia menyebutkan secara tegas
dan jelas bahwa setiap bangsa di dunia ini berhak menentukan nasib dan
status politik mereka sendiri. Akan tetapi dalam kasus Papua, dunia
berhadapan dengan keputusannya sendiri, yaitu Resolusi PBB yang
mencatat pelaksaan Pepera 1969 dimaksud, yang secara serta-merta
dianggap sebagai produk hukum yang sah untuk menyatakan Indonesia
menduduki Papua Barat. Kalau dunia harus meninjau kembali Pepera, maka
mereka harus menggugat diri sendiri, menggugat institusi mereka yang
tertinggi dan terhormat, PBB. Apakah PBB dan peradaban modern ini dapat
berbesar hati untuk mengakui kesalahan HANYA oleh karena ada tuntutan
dari Masyarakat zaman batu, miskin, terisolir dan kafir di Papua Barat?</description>
        <pubDate>Tue, 01 Apr 2008 16:22:46 PST</pubDate>
<guid isPermaLink="true">http://www.melanesianews.org/suara/publish/wpnews/Editorial_printer.shtml</guid> </item>
      <item>
        <title>Jalan terbaik untuk menyelesaikan isu-isu Papua adalah melalui dialog damai</title>
        <link>http://www.melanesianews.org/suara/publish/politik/Surat_UK-FN_010408.shtml</link>
        <category>Politik &amp; Diplomasi</category>
        <description>WEST PAPUA &amp;amp; KOSOVO: letter from UK Government (Meg Munn MP)&lt;br /&gt;

By FREE WEST PAPUA CAMPAIGN (UK)&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

[WPNews Group] - Mar 31, 2008, 18:54&lt;br /&gt;

&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

FREE WEST PAPUA(UK) note:&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

Pemerintah INggris memberikan fakta bahwa Kosovo menderita &quot;operasi
yang berkelanjutan..., termasuk kekerasan brutal oleh aparat keamanan
Yugoslavia pada 1998-9&quot; sebagai salah satu alasan mengapa Inggris
mendukung kemerdekaan orang Kosovo dan menolak &quot;kedaulatan wilayah&quot;
Serbia.&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

Kami terus menerus mengingatkan pemerintah Inggris, AS, Australia,
Selandia Baru, Kanada, Belanda, Jerman dan lainnya perihal &quot;kekerasan
yang berkelanjutan..., termasuk kekerasan oleh aparat keamanan
Indonesia di Papua Barat sejak 1963-2008.&quot;</description>
        <pubDate>Tue, 01 Apr 2008 16:10:36 PST</pubDate>
<guid isPermaLink="true">http://www.melanesianews.org/suara/publish/politik/Surat_UK-FN_010408_printer.shtml</guid> </item>
      <item>
        <title>Laporan Inggris mendesak Indonesia berdialogue dengan Papua</title>
        <link>http://www.melanesianews.org/suara/publish/genosida/Laporan_Inggris_010408.shtml</link>
        <category>Gugat Genosida</category>
        <description>By Radio Newzeland International&lt;br /&gt;

RNZI Posted at 03:31 on 28 March, 2008 UTC&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

[RNI via WPNews - Terjemahan SPMNews] &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

Kantor Kementerian Luar Neger Inggris mendesak pemerintah Indonesia dan
keseluruhan kelompok Papua untuk terlibat dalam dialog damai.&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

Laporan HAM-nya untuk Tahun 2007 diluncurkan minggu ini, Kantor
Kementerian LN katakan walaupun perdamaian dipertahankan di Acheh,
konglik tingkat rendah masih ada di Papua.</description>
        <pubDate>Tue, 01 Apr 2008 15:46:56 PST</pubDate>
<guid isPermaLink="true">http://www.melanesianews.org/suara/publish/genosida/Laporan_Inggris_010408_printer.shtml</guid> </item>
      <item>
        <title>Nilai Otsus Gagal,Tuntut Dialog Internasional</title>
        <link>http://www.melanesianews.org/suara/publish/otsus_gugat/Nilai_Otsus_Gagal_310308.shtml</link>
        <category>Gugat Otsus</category>
        <description>JAYAPURA-Seratusan orang yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa dan
Masyarakat Peduli Tanah Papua (KMPTP) Senin (31/3) kemarin sekitar
pukul 12.45 WIT melakukan aksi demo di halaman Kantor Gubernur Provinsi
Papua. Sebelumnya ke kantor gubernur, massa sempat melakukan aksi demo
di Abepura.&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

Mereka datang ke halaman kantor gubernur dengan membawa beberapa
spanduk dan poster, yang antara lain menuntut digelarnya dialog
internasional. Adapun poster yang mereka bawa antara lain bertuliskan:
&#39;Gubernur, DPRP dan MRP segera menyurat SBY untuk adakan dialog
internsional&#39;, &#39;Pemerintah telah gagalkan Otsus di Tanah Papua, segera
adakan dialog internasional&#39;. Termasuk beberapa spanduk dan poster
lainnya yang bertuliskan: &#39;Cabut UU 21 Tahun 2001&#39;, Bubarkan MRP dan
beberapa tulisan lainnya.</description>
        <pubDate>Tue, 01 Apr 2008 08:43:19 PST</pubDate>
<guid isPermaLink="true">http://www.melanesianews.org/suara/publish/otsus_gugat/Nilai_Otsus_Gagal_310308_printer.shtml</guid> </item>
      <item>
        <title>Lambang Daerah Bukan Simbol Kedaulatan Daerah</title>
        <link>http://www.melanesianews.org/suara/publish/neokol/Lambang_Daerah_010408.shtml</link>
        <category>Lawan Neokoloni</category>
        <description>JAYAPURA-Untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai
Peraturan Pemerintah (PP) No 77 Tahun 2007 tentang lambang daerah,
jajaran Koramil 1701-03 Abepura mengelar sosialisasi di Makoramil
Abepura, Senin ( 31/3).&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

Sosialisasi yang dipimpin Danramil Abepura Kapten Inf. Ferry Tauran
itu, dihadiri sejumlah tokoh adat, agama, masyarakat, perempuan, pemuda
dan kalangan pelajar SMP dan SMA.</description>
        <pubDate>Tue, 01 Apr 2008 01:32:03 PST</pubDate>
<guid isPermaLink="true">http://www.melanesianews.org/suara/publish/neokol/Lambang_Daerah_010408_printer.shtml</guid> </item>
      <item>
        <title>KOMNAS HAM JAKARTA BERDIALOK DENGAN MASYARAKAT ADAT BIAK </title>
        <link>http://www.melanesianews.org/suara/publish/press/KOMNAS_HAM_JAKARTA_300308.shtml</link>
        <category>Press Release</category>
        <description>&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Proyek Satelit Antara Untung dan Rugi . &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

Untuk kesekian kalinya Masyarakat Adat bertemu dan berdialok dengan
Komnas Ham Jakarta di Kantor Dewan Adat Biak pada tanggal 7 Maret 2008
pada Jam 10:00 – 14:00 WIT setelah sebelumnya Dewan Adat Biak telah
melakukan upaya dan langkah – langkah persuasive dan damai untuk
bertemu dengan Pemda Biak Numfor untuk membicarakan secara bersama –
sama duduk soal dan kesalahan bersama yang dibuat oleh Pemerintah
Jakarta dan Pemda Kabupaten Biak Numfor soal rencana Pelaksanaan Proyek
Mega Pro Peluncuran satelit di Kabupaten Biak Numfor .</description>
        <pubDate>Mon, 31 Mar 2008 02:01:22 PST</pubDate>
<guid isPermaLink="true">http://www.melanesianews.org/suara/publish/press/KOMNAS_HAM_JAKARTA_300308_printer.shtml</guid> </item>
      <item>
        <title>Dubes Rusia Bahas Peluncuran Satelit di Biak </title>
        <link>http://www.melanesianews.org/suara/publish/press/Dubes_Rusia_Bahas_Peluncuran_Satelit_di_Biak.shtml</link>
        <category>Press Release</category>
        <description>AKI-( 18 Maret 2008 ) Rencana peluncuran satelit milik Rusia di
Kabupaten Biak Numfor terus ditindaklanjuti. Komitment dan keputusan
Dewan Adat Biak untuk menolak Proyek satelit diwilayah Adat Biak Numfor
oleh Masyarakat Adat Byak akibat miskomunikasi dan ketidaktranparansi
Pemda Kabupaten Biak Numfor dan Pemerintah Indonesia membuat tidak ada
keharmonisan dan kerja sama yang baik antara Dewan Adat Biak, Pemda
Kabupaten Biak Numfor, dan Pemerintah Rusia sendiri . nampaknya
Pemerintah Rusia sangat serius dalam merespon Aspirasi masyarakat adat
yang meminta trasparansi dalam proyek peluncuran satelit itu. Sebagai
bukti, Rusia mengutus Duta Besarnya untuk Indonesia Alexander Ivanov
bertemu langsung dengan masyarakat adat dan pemerintah daerah di
Kabupaten Biak Numfor, Senin (17/3) kemarin.</description>
        <pubDate>Mon, 31 Mar 2008 01:54:22 PST</pubDate>
<guid isPermaLink="true">http://www.melanesianews.org/suara/publish/press/Dubes_Rusia_Bahas_Peluncuran_Satelit_di_Biak_printer.shtml</guid> </item>
      <item>
        <title>PEMBEBASAN PAPUA] SIKAP POLITIK</title>
        <link>http://www.melanesianews.org/suara/publish/opini_publik/PEMBEBASAN_PAPUA_SIKAP_POLITIK.shtml</link>
        <category>Publik</category>
        <description>
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11pt; font-family: Verdana; font-weight: bold;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 
&lt;br /&gt;
		&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;


&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11pt; font-family: Verdana;&quot;&gt;Kepentingan kapitalisme global 
telah melahirkan neo-kolonialisme dan militarisme demi melindungi aset-aset 
kapital akhirnya berdampak pada&amp;nbsp; &amp;nbsp;pelanggaran HAM(Hak 
Asasi Manusia) inilah mata rantai kejahatan kemanusiaan terhadap manusia yang 
sedang di praktekkan dimancanegara termasuk kejahatan kemanusiaan terhadap 
manusia papua yang secara rapih dan sistematis yang di tempuh indonesia hanya 
demi memusnahkan manusia dan selanjutnya menguasai tanah dan kekayaan alam 
papua.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description>
        <pubDate>Fri, 28 Mar 2008 08:18:22 PST</pubDate>
<guid isPermaLink="true">http://www.melanesianews.org/suara/publish/opini_publik/PEMBEBASAN_PAPUA_SIKAP_POLITIK_printer.shtml</guid> </item>
      <item>
        <title>MINTA DITOLONG MALAH DIBUNUH</title>
        <link>http://www.melanesianews.org/suara/publish/teror_militer/MINTA_DITOLONG_MALAH_DIBUNUH.shtml</link>
        <category>Teror Militer</category>
        <description>Didalam melaksanakan&amp;nbsp; suatu pekerjaan meminta tolong merupakan hal
biasa dalam kehidupan umat manusia ,Namun kehidupan&amp;nbsp; orang Papua
meminta tolong harus di pikir secara baik-baik karena ada baik dan ada
yang dapat membahaya.melalui minta tolong ini orang Papua banyak jadi
korban salah satu contoh ada di bawah ini</description>
        <pubDate>Fri, 28 Mar 2008 07:27:45 PST</pubDate>
<guid isPermaLink="true">http://www.melanesianews.org/suara/publish/teror_militer/MINTA_DITOLONG_MALAH_DIBUNUH_printer.shtml</guid> </item>
      <item>
        <title>Pengianat Bangsa Papua Barat  Tidak Akan Kembali untuk Papua Merdeka</title>
        <link>http://www.melanesianews.org/suara/publish/milisi/Pengianat_Bangsa_Papua_Barat_Tidak_Akan_Kembali_untuk_Papua_Merdeka.shtml</link>
        <category>Satgas dan Milisi</category>
        <description>&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-family: Arial; font-size: 14pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;Oleh Soehendarto&lt;br /&gt;



&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 10pt;&quot;&gt;
		
		
            &lt;br /&gt;
		
		
		
		
            JAKARTA - Hari Sabtu 23 Februari 2008 adalah hari yang bersejarah 
            bagi Nicholas Simeon Messet dan Franzalbert Joku. Pada hari itu, 
            kedua tokoh Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang telah berjuang 
            puluhan tahun di luar negeri untuk kemerdekaan Papua dan telah 
            menjadi warga negara asing itu, telah kembali menjadi warga negara 
            Indonesia. Akta kewarganegaraan Indonesia diserahkan oleh Alwi Hamu, 
            utusan khusus Wakil Presiden Jusuf Kalla, dalam suatu acara syukuran 
            di Sentani, Jayapura.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
</description>
        <pubDate>Fri, 28 Mar 2008 07:21:32 PST</pubDate>
<guid isPermaLink="true">http://www.melanesianews.org/suara/publish/milisi/Pengianat_Bangsa_Papua_Barat_Tidak_Akan_Kembali_untuk_Papua_Merdeka_printer.shtml</guid> </item>
      <item>
        <title>Polda Papua Masih  Menahan 13 Aktivis FNMPP</title>
        <link>http://www.melanesianews.org/suara/publish/demo/Polda_Papua_Masih_Menahan_13_Aktivis_FNMPP.shtml</link>
        <category>Demo &amp; Protes</category>
        <description>&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-size: 11pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;&quot;&gt;Pihak
Kepolisian Polda Papua saat ini masih menahan sedikitnya 13 aktivis Front
Nasional Mahasiswa dan Pelajar Papua (FNMPP) di 2 tempat berbeda yakni; 4 orang
ditahan di Polresta Jayapura, Provinsi Papua dan 9 orang ditahan di Polsek
Manokwari, Provinsi Papua Barat.&lt;/span&gt;</description>
        <pubDate>Fri, 28 Mar 2008 07:06:06 PST</pubDate>
<guid isPermaLink="true">http://www.melanesianews.org/suara/publish/demo/Polda_Papua_Masih_Menahan_13_Aktivis_FNMPP_printer.shtml</guid> </item>
      <item>
        <title>Saya Tidak Akan Kembali untuk Papua Merdeka</title>
        <link>http://www.melanesianews.org/suara/publish/milisi/Saya_Tidak_Akan_Kembali_untuk_Papua_Merdeka.shtml</link>
        <category>Satgas dan Milisi</category>
        <description>&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;&quot;&gt;Oleh Soehendarto&lt;br /&gt;
	
&lt;br /&gt;
	
JAKARTA - Hari Sabtu 23 Februari 2008 adalah hari yang bersejarah bagi Nicholas
Simeon Messet dan Franzalbert Joku. Pada hari itu, kedua tokoh Organisasi Papua
Merdeka (OPM) yang telah berjuang puluhan tahun di luar negeri untuk
kemerdekaan Papua dan telah menjadi warga negara asing itu, telah kembali
menjadi warga negara Indonesia. Akta kewarganegaraan Indonesia diserahkan oleh
Alwi Hamu, utusan khusus Wakil Presiden Jusuf Kalla, dalam suatu acara syukuran
di Sentani, Jayapura&lt;/span&gt;</description>
        <pubDate>Fri, 28 Mar 2008 04:50:48 PST</pubDate>
<guid isPermaLink="true">http://www.melanesianews.org/suara/publish/milisi/Saya_Tidak_Akan_Kembali_untuk_Papua_Merdeka_printer.shtml</guid> </item>
      <item>
        <title> Bila Perppu Papua Barat Diterbitkan</title>
        <link>http://www.melanesianews.org/suara/publish/opini_publik/Bila_Perppu_Papua_Barat_Diterbitkan.shtml</link>
        <category>Publik</category>
        <description>&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;/span&gt;Pemerintah Pusat di bawah pimpinan
Presiden Susilo&lt;br /&gt;
	
&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Bambang Yu- dhoyono telah mengumumkan
akan&lt;br /&gt;
	
&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;diterbitkannya Peraturan Pemerintah
Pengganti&lt;br /&gt;
	
&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Undang-Undang (Perppu) untuk mewadahi keberadaan&lt;br /&gt;
	
&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Provinsi Papua Barat dalam Undang-Undang
Nomor 21&lt;br /&gt;
	
&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi
Provinsi&lt;br /&gt;
	
&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Papua (UU Otsus Papua). Dengan
menerbitkan Perppu&lt;br /&gt;
	
&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;sebagai payung hukum maka status hukum
yang menjadi&lt;br /&gt;
	
&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;persoalan selama ini dianggap tuntas
dengan&lt;br /&gt;
	
&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;sendirinya&lt;/span&gt;</description>
        <pubDate>Fri, 28 Mar 2008 04:25:52 PST</pubDate>
<guid isPermaLink="true">http://www.melanesianews.org/suara/publish/opini_publik/Bila_Perppu_Papua_Barat_Diterbitkan_printer.shtml</guid> </item>
      <item>
        <title>Demo Tuntut Referendum di DPRP </title>
        <link>http://www.melanesianews.org/suara/publish/otsus_gugat/Demo_Tuntut_Referendum_di_DPRP270308.shtml</link>
        <category>Gugat Otsus</category>
        <description>JAYAPURA- Puluhan demonstran kemarin mendatangi gedung DPRP. Kedatangan
pendemo ini, diantaranya meminta referendum dan sejumlah tuntutan
kepada DPRP untuk ditindaklanjuti. Massa yang menamakan diri Front
Nasional Mahasiswa Pemuda Papua (FNMPP) yang dikoordinir Markus Yenu
itu, tiba di Gedung DPRP sekitar pukul 11.50 WIT dengan menggunakan bus
setelah sebelumnya berkumpul di kampus Uncen di Padang Bulan. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

Mereka langsung menggelar spanduk dan berorasi dengan lantang menyampaikan orasinya secara bergantian. </description>
        <pubDate>Thu, 27 Mar 2008 05:08:10 PST</pubDate>
<guid isPermaLink="true">http://www.melanesianews.org/suara/publish/otsus_gugat/Demo_Tuntut_Referendum_di_DPRP270308_printer.shtml</guid> </item>
      <item>
        <title>Dewan Gereja Sedunia menyerukan PBB untuk Mengirimkan Misi &#39;Fact-Finiding&quot; ke Papua</title>
        <link>http://www.melanesianews.org/suara/publish/terorisme/Dewan_Gereja_Sedunia_260308.shtml</link>
        <category>Lawan Terror</category>
        <description>[WCC-terjemahan SPMNews] &quot;Orang Papua masih mengalami penyiksanaan,
perlakukan tidak senonoh, penangkapan secara sembarangan dan
ketidak-adilan dan peradilan oleh penguasa Indonesia&quot; demikian kata&amp;nbsp;
Programme executive untuk HAM dari World Council of Churches (WCC) atau
Dewan Gereja Sedunia Christina Papazoglou pada 14 Maret 2008 dalam
intervensi lisan di hadapan Dewan HAM PBB, yang kini sedang
menyelenggarakan sesi ke tujuhnya di Geneva. Atas nama WCC Christina
Papazoglou memintakan pengiriman &#39;fact-finding mission&#39; untuk dikirim
ke provinsip Indonesia bernama Papua, salah satu wilayah terkaya dalam
hal kekayaan alamnya, untuk menambahkan kesadaran internasional
terhadap kehidupan yang melarat dari penduduk pribumi di sana.&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Pernyataan tentang situasi HAM di Provinsi Papua, Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&amp;nbsp;&lt;br /&gt;

&lt;span style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: underline;&quot;&gt;WORLD COUNCIL OF CHURCHES SUBMISSION TO THE UN HUMAN RIGHTS COUNCIL &lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: underline;&quot; /&gt;

&lt;span style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: underline;&quot;&gt;ORAL INTERVENTION ON ITEM 4, General Debate&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: underline;&quot; /&gt;

&lt;span style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: underline;&quot;&gt;THE HUMAN RIGHTS SITUATION IN THE PROVINCE OF PAPUA, INDONESIA&lt;/span&gt;</description>
        <pubDate>Wed, 26 Mar 2008 05:37:51 PST</pubDate>
<guid isPermaLink="true">http://www.melanesianews.org/suara/publish/terorisme/Dewan_Gereja_Sedunia_260308_printer.shtml</guid> </item>
      <item>
        <title>Otsus Papua Dinilai Lamban</title>
        <link>http://www.melanesianews.org/suara/publish/otsus_gugat/Otsus_Papua_250308.shtml</link>
        <category>Gugat Otsus</category>
        <description>
&lt;p&gt;
[JAKARTA] Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal menyatakan sikap
anggota Kongres Amerika Serikat (AS) terlalu stereotip dan arogan.
Surat sejumlah anggota Kongres AS yang dikirim ke Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono terkait masalah Papua dinilai hanya berasal dari
sumber sepihak.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;
Saat dihubungi &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;SP&lt;/span&gt;,
Selasa (25/3), Dino mengatakan surat itu terkesan dipengaruhi oleh lobi
Papua dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) asing yang anti-Indonesia.
Mereka selalu memberikan gambaran yang tidak akurat soal Papua.&lt;/p&gt;
</description>
        <pubDate>Tue, 25 Mar 2008 21:40:48 PST</pubDate>
<guid isPermaLink="true">http://www.melanesianews.org/suara/publish/otsus_gugat/Otsus_Papua_250308_printer.shtml</guid> </item>
      <item>
        <title>AKSI MANUKWARI: Perjalanan Masih Panjang</title>
        <link>http://www.melanesianews.org/suara/publish/column/AKSI_MANUKWARI.shtml</link>
        <category>Kolum</category>
        <description>Dalam beberapa pekan lalu saya menulis sebagai catatan khusus buat
Saudara HW, namun inti pesan yang ingin disampaikan sesungguhnya umum
bagi pejuang pergerakan Papua. Tulisan ini sebagai kelanjutan dari
tulisan itu, dan selebihnya menyikapi beberapa&amp;nbsp;&amp;nbsp; aksi di kota Manukwari
sebagai suatu cacatan kritis.&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

Tuntutan referendum oleh &quot;segelintir&quot; mahasiswa dikota sejarah
pergerakan OPM , Manukwari, (pemberentotakan bersenjata paling pertama
OPM dipimpin Rumkorem di kota ini), menunjukkan tidak terencana dan
terkoordinasi secara menyeluruh, tapi lagi-lagi hanya parsial. Hal ini
dibuktikan oleh tiadanya aksi sama oleh organ perjuangan mahasiswa
semisal AMP, Front PEPERA, AMPTPI dll secara serentak. Bahkan aksi di
Manukwari terkesan secara sendirian karena tidak diikuti sejumlah
mahasiswa dikota study Papua sendiri misalnya UNCEN Jayapura, dan
lain-lain di Papua.</description>
        <pubDate>Mon, 24 Mar 2008 03:14:55 PST</pubDate>
<guid isPermaLink="true">http://www.melanesianews.org/suara/publish/column/AKSI_MANUKWARI_printer.shtml</guid> </item>
      <item>
        <title>Oh Kava, Mi Ded Long You! </title>
        <link>http://www.melanesianews.org/suara/publish/gagasan/Oh_Kava_One200308.shtml</link>
        <category>Papua Baru</category>
        <description>Telah terbit sebuah buku, novel perjalanan hidup perjuangan Masyarakat Adat Koteka menuju Melanesia, mulai dari Asia sampai ke Vanuatu. Ditulis dalam bahasa Inggris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku Seri XIII dari Surat-Surat Terbuka Anak Koteka ini terdiri dari
tiga Edisi (XIIIa - XIIIc). Berikut terjemahan pengantar kepada Edisi
XIIIa.&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

Pada awalnya saya bermaksud menulis hanya satu buku, akan tetapi
setelah dua tahu menyusun konsepnya dan menulisnya kembali, saya
bermaskud membaginya ke dalam tiga bagian. Bagian pertama, yaitu yang
sedang Anda baca ini. Booklet ini merupakan pendahuluan kepada dua
bagian yang akan menyusul; memperkenalkan sejumlah pandangan dan
perspektiv sekaligus kesan yang telah saya miliki sebelum dan setelah
mengunjungi Vanuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
</description>
        <pubDate>Thu, 20 Mar 2008 19:56:55 PST</pubDate>
<guid isPermaLink="true">http://www.melanesianews.org/suara/publish/gagasan/Oh_Kava_One200308_printer.shtml</guid> </item>
      <item>
        <title>BAHAYA KECELAKAAN POLITIK: WIN-WIN OPPORTUNITY</title>
        <link>http://www.melanesianews.org/suara/publish/opini_publik/BAHAYA_KECELAKAAN_POLITIK_060308.shtml</link>
        <category>Publik</category>
        <description>Oleh: Victor F. Yeimo&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Pengalam Lalu: Siapa yang salah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

Sejarah seharusnya menjadi guru yang baik dalam melakukan perjuangan&amp;nbsp;
pembebasan nasional Papua Barat. Pertama, Secara de facto 1 Desember
1961, rakyat Papua Barat berikrar mendirikan negara Papua Barat,
nyatanya Jakarta dengan misi trikora mengklaim itu negara boneka,
hasilnya pendudukan NKRI di bumi kasuari ini; kedua, PEPERA 69 paling
tidak DMP difungsikan dan bisa jadi kemenangan rakyat Papua, ternyata
1025 jiwa berhasil diringkut untuk memenangkan PEPERA; ketiga, sebagai
reaksinya, OPM bermula di Manokwari melakukan perlawanan, hasilnya
rakyat Papua Barat korban militer sebelum dan sejak DOM di Papua Barat.&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

keempat, aksi perlawanan sporadis di masing-masing basis OPM, hasilnya
diklam GPK dan untuk bisnis dan perluasan koter (komando teritorial)
militer; kelima, proklamasi Thom Wanggai dengan Bintang 14, hasilnya
membunuh sejarah kebenaran dan ketidak-penyatuan dalam gerakan
perjuangan dan ini membingkan solidaritas di satu sisi, dan kemenangan
RI; keenam, 1998 hingga 2000 bintang kejora berkibar dan lahirkan PDP,
hasilnya Otsus dengan korban nyawa rakyat Papua (sekarang&amp;nbsp; sebagian
orang PDP mengemis uang di</description>
        <pubDate>Mon, 17 Mar 2008 01:28:50 PST</pubDate>
<guid isPermaLink="true">http://www.melanesianews.org/suara/publish/opini_publik/BAHAYA_KECELAKAAN_POLITIK_060308_printer.shtml</guid> </item>
      <item>
        <title>KRONOLOGIS REKAYASA DANDREM 1702 PWY</title>
        <link>http://www.melanesianews.org/suara/publish/press/KRONOLOGIS_REKAYASA_160308.shtml</link>
        <category>Press Release</category>
        <description>
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; font-family: Verdana;&quot;&gt;&lt;tt&gt;MAKI – (&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;SPMNews&lt;/span&gt;)
-- Terkuak sudah skenario rekayasa murahan Pangdam XVIII Trikora,
Dandrem 1702 PWY, Dandim 1702 PWY, Komandan Batalion 756 WMS, BIN,
BAKIN dan BAIS Wamena dari Ter Tabuni S.TH, M.SI dkk yang berhasil
diwawancarai langsung oleh informan crew SMPNews Maki (13/03/08)
kemarin malam dipasar sinatma.&lt;/tt&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;tt&gt;  &lt;/tt&gt;

&lt;tt&gt;  &lt;/tt&gt;

&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; font-family: Verdana;&quot;&gt;&lt;tt&gt;Pertemuan
pertama kami lakukan di Wimanesili MABES Batalion 756 WMS Wamena, dalam
pertemuan itu kami mengutus ketiga orang teman yang bertatap muka
langsung dengan Komandan Batalion 756 WMS sambil makan bakso di warung
makan bakso Wimane Sili (05/03/08). Setelah itu, membahas persiapan
rancangan Skenario penyerahan 36 Anggota TPN/OPM gadungan diruang kerja
Komandan Batalion 756 WMS.&lt;/tt&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description>
        <pubDate>Sun, 16 Mar 2008 01:26:42 PST</pubDate>
<guid isPermaLink="true">http://www.melanesianews.org/suara/publish/press/KRONOLOGIS_REKAYASA_160308_printer.shtml</guid> </item>


  </channel>
</rss>
