Mencermati Fenomena Terjadinya Gempa Tektonik di Wilayah Papua - Rawan Karena Dilalui Lempeng Pasifik dan Indo-Australia

Kategori: Sains-Teknologi
Oleh Cepos
Nov 3, 2007 - 6:26:12 PM

Jangan kaget jika ternyata Jayapura termasuk salah satu daerah yang rawan gempa, karena dalam peta geologi Jayapura dilalui oleh dua lempeng aktif yakni Lempeng Pasifik dan Lempeng Indo Australia.

Hal inilah yang menyebabkan terjadinya gempa bumi tektonik dalam sebulan terakhir yang jumlahnya hingga 10 kali. Pertama pada 11 Oktober dengan kekuatan 5,2 pada skala richter (SR) dan terakhir pada 29 Oktober dengan kekuatan 4,3 pada SR yang berpusat di 43 KM Barat Laut Jayapura dan sebelumnya tanggal 26 Oktober juga terjadi gempa bumi di 158 KM Barat Daya Jayapura dengan kekuatan 5,8 pada SR yang dirasakan hingga ke Wamena.

Gempa bumi yang terjadi pada 26 Oktober lalu itu disebabkan efek dari pergeseran lempeng tersebut di atas berupa patahan ulang yang terletak pada perut bumi yang disebut di Patahan Mamberamo dan berpusat di sekitar Taja atau Lereh. "Untungnya yang dilalui adalah daerah hutan sehingga tidak membawa efek kerusakan bagi masyarakat ketika terjadi," kata Simon Rumi, Kepala Sub Bidang Pengumpulan dan Penyebaran Data Balai Besar Meteorologi dan Geosfisika Wilayah V Jayapura ketika ditemui Cenderawasih Pos, kemarin.

Simon yang didampingi seorang analis gempa Cahyo menjelaskan sama seperti daerah lainnya di dunia, Papua dan khususnya Jayapura dilalui oleh zona subduksi atau daerah penunjang yakni tempat bertemunya lempeng daratan dan lempeng laut yakni lempeng Indo Australia dan Lempeng Pasifik. Daerah ini termasuk dalam klasifikasi sangat aktif tingkat gempanya sehingga di sana ada gempa yang sangat aktif.

Akibat dari zona yang subduksi ini maka terbentuk patahan yang sangat aktif karena awalnya ia memang adalah gempa pada zona itu sangat dinamis. Untuk yang ada di Jayapura merupakan patahan lokal sebagai akibat dari zona subduksi di atas. Jika beberapa gempa terakhir terjadi karena aktifnya Sesar atau Patahan Mamberamo thrust belt.

Cahyo menyebutkan bahwa lempeng akif di Papua terletak di sepanjang Pantai Utara yakni Jayapura, Sarmi, Serui, Biak, Nabire, Waropen, Manokwari dan Sorong termasuk Teluk Cenderawasih yakni Bintuni. "Seluruh Pantai Utara Papua adalah daerah aktif gempa dan dareah yang rawan tsunami," ujarnya. Sedangkan di bagian Pegunungan yang aktif adalah daerah Wamena dan Enarotali.

Daerah tersebut termasuk dalam rawan gempa karena Pantai Utara Papua adalah bagian dari Lempeng Pasifik tetapi hanya sebatas pantai sehingga dimungkinkan dahulu daerah Pantai Utara adalah lautan sebagai akibat dari bertemunya lempeng Pasifik dan Australia lalu terjadi pengangkatan. Tak heran jika di Wamena ditemukan fosil kerang laut.

Sedangkan daerah yang paling aman dari gempa bumi adalah daerah Selatan yakni Merauke, Boven Digul, Mappi dan Agats. Daerah ini aman karena berdasarkan histories pembentukan bumi zaman dahulu, daerah tersebut merupakan bagian dari daratan Australia. "Jadi struktur geologinya lebih kuat dari pada daerah pantai Utara," terangnya.

Yang unik, terjadinya gempa khususnya di wilayah Jayapura itu berdasarkan analisis selalu terjadi setiap tahun khususnya di akhir tahun. Ini terjadi karena memang di bumi patahannya sangat rutin dan cenderung meningkat di akhir tahun. Sama dengan yang terjadi dalam sebulan terakhir ini di Jayapura.(*)



Komentar Pembaca