Pengembangan Ubi Jalar Belum Maksimal

Kategori: Sains-Teknologi
Oleh Cepos
Dec 12, 2007 - 3:33:13 AM

Ubi Jalar berpotensi untuk Berbagai Produk
JAYAPURA- Asisten Bidang Aparatur Sekretariat Daerah Provinsi Papua, Drs HP Kaisepo mengatakan, Papua memiliki potensi pengembangan ubi jalar yang sangat luas, bahkan secara nasional, Papua adalah penghasil ubi jalar terbesar kedua setelah Jawa Barat. Hal tersebut diungkapkan dalam rapat pengembangan ubi jalar di Kantor Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura, Selasa (11/12).


"Rapat koordinasi ini bertujuan untuk mensinergikan program dan kegiatan pengembgangan ubi jalar antara provinsi dan kabupaten maupun lintas sektor. Ini juga diharapkan dapat menghasilkan rencana yang benar-benar dapat dilaksanakan di lapangan sehingga dapat dirasakan manfaatnya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua,"katanya kepada Cenderawasih Pos, di sela-sela acara itu


Untuk itu, lanjut dia, ke depan pihaknya berharap komoditas pengembangan ubi jalar ini dapat dinikmati dalam bentuk olahan seperti mie, roti, biscuit dan jenis produk olahan lainnya. Diungkapkan, program pengembangan komoditas ini diharapkan adanya kerja sama antar instansi-instansi terkait yang bergerak mulai dari bidang teknologi budidaya sampai teknologi pengolahan hasil ubi jalar serta pemasaran produknya.


Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Papua, Ir Leonardo A Rumbarar mengungkapkan, ubi jalar adalah makanan pokok (sebagian atau sekitar 25 persen) penduduk Papua, terutama di daerah Pegunungan, karena itu pemerintah provinsi sudah menetapkan pengembangan ubi jalar disertai dengan pengolahan.


"Selama ini saya melihat komoditas ubi jalar kurang menunjukkan perkembangan yang berarti bahkan ada kecenderungan produksinya yang makin menurun dari tahun ke tahun, untuk itu diharapkan dengan rapat pengembangan Ubi jalar ini, ke depan diharapkan ubi jalar bisa dimanfaatkan untuk berbagai produk olahan makanan seperti saos, tepung terigu, berbagai kue, roti, sirup dan lain-lain,"imbuhnya. (lia)




Komentar Pembaca