Pertemuan Yudhoyono-Abbas - RI Harapkan Solusi Internal

Kategori: Kabar Senasib
Oleh SP/YC Kurniantoro
Oct 23, 2007 - 10:20:56 AM
Halaman ke: 1 2

[JAKARTA] Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, Indonesia berharap terwujudnya sebuah penyelesaian internal agar perjuangan rakyat Palestina bisa berhasil, sehingga Palestina menjadi negara merdeka yang hidup berdampingan dengan negara tetangganya.

"Indonesia berkomitmen melatih sumber daya manusia Palestina sebagai bentuk kerja sama dan dukungan terhadap negara Palestina merdeka, antara lain dengan melatih polisi Palestina," ujar Presiden Yudhoyono dalam jumpa pers bersama Presiden Palestina Mahmoud Abbas, di Istana Merdeka Jakarta, usai keduanya melakukan pembicaraan bilateral, Senin, (22/10).

Menurut Yudhoyono, penyelesaian permasalahan di Palestina harus melibatkan semua negara yang memiliki kepentingan di situ. Dan Indonesia sendiri tetap pada komitmennya untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina menjadi negara merdeka dan berdaulat.

Presiden Mahmoud Abbas dalam kesempatan itu menjelaskan keadaan di Palestina, dan menyatakan terima kasih atas dukungan yang diberikan Indonesia kepada Palestina. "Merupakan kehormatan besar bagi saya bisa berkunjung ke negara besar di dunia internasional dan di dunia Islam," ujar Abbas.


Momentum Penting

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda yang menyambut kedatangan Abbas, kemarin, mengatakan, kedatangan Abbas merupakan kunjungan pertama Presiden Palestina ke Indonesia. "Oleh karena itu, kunjungan Presiden Abbas kali ini menjadi momentum sangat penting dalam meningkatkan hubungan kedua negara, mengingat selama ini Indonesia merupakan pendukung kuat perjuangan Palestina," ujar Wirajuda seperti dikutip Antara.

Dikatakan, masih banyak perbedaan di antara negara-negara di dunia, tidak saja antara Israel dan Palestina, tetapi juga antarnegara Arab, tentang per- juangan rakyat Palestina untuk menjadi negara berdaulat.

Tentang kerja sama yang akan ditandatangani antara Indonesia dan Palestina, Wirajuda mengatakan, ada beberapa dokumen kerangka kerja sama nyata yang akan disepakati. "Kita tahu, Palestina banyak menghadapi persoalan kemanusiaan, seperti pengungsi yang kini berada di Lebanon, termasuk perkembangan situasi di Jalur Gaza," ujar Menlu.

Selain bertemu Presiden Yudhoyono, Abbas juga dijadwalkan akan menghadiri sebuah seminar pada Selasa (23/10). Seusai mengunjungi Indonesia, Abbas dan rombongan akan bertolak ke Brunei Darussalam.

Kunjungan Presiden Palestina Mahmoud Abbas ke sejumlah negara Asia bertujuan mencari dukungan dari negara-negara Muslim terkait rencana konferensi perdamaian Timur Tengah bulan depan.

Saat berada di Malaysia, Sabtu (20/10), Abbas membahas rencana konferensi itu dengan Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi.

"Kami mencari mekanisme koordinasi terbaik agar konferensi itu bisa mencapai hasil yang baik," ujar Abbas. Konferensi perdamaian Timur Tengah direncanakan berlang- sung di Annapolis, Maryland, AS, pada November atau awal Desember mendatang.

Abbas mengatakan, dia ingin dicapai suatu "posisi bersama" tentang konferensi itu dengan sekutu-sekutu Muslim Palestina, seperti Malaysia dan Indonesia.

Pertemuannya dengan PM Badawi juga terfokus pada upaya yang bisa dilakukan untuk mencapai perdamaian di Timur Tengah.

Pada kesempatan itu, PM Badawi berjanji akan memberikan dukungan penuh kepada Abbas. "Malaysia telah berkomitmen untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina. Saat kami menghadiri konferensi perdamaian nanti, kami akan mendukung Abbas," ujar Badawi.

Sementara itu, Israel menuding militan Fatah merencanakan penyerangan iring-iringan Perdana Menteri Ehud Olmert di Tepi Barat dua bulan lalu. Kepala keamanan wilayah Shin Beth, Yuval Diskin mengatakan kepada kabinet Israel, Minggu (21/10), bahwa pendukung Fatah berencana menyerang Olmert pada 6 Agustus lalu di Kota Yeriko, Tepi Barat.

Menteri Keamanan Publik Avi Dichter mengatakan bahwa para perancang serangan itu telah ditangkap. "Karena orang-orang itu telah ditangkap saat mereka hendak membahas serangan, PM Olmert saat ini tidak berada dalam ancaman. Saat ini sudah tidak ada lagi rencana yang bisa mengancam keselamatannya," ujar Dichter.

Kabar tentang rencana serangan Olmert itu muncul saat dia akan berkeliling Prancis dan Inggris untuk mempersiapkan konferensi perdamaian Israel-Palestina bulan depan. Konferensi itu akan digelar di Amerika Serikat (AS). [Y-3/AP/MDM/O-1]

22100722sbymah.gif
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berjalan bersama Presiden Palestina Mahmoud Abbas saat upacara penyambutan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (22/10) pagi. Kedua pemimpin itu sepakat mengadakan perjanjian kerja sama bilateral.



Lanjut baca sambungan di halaman: 1 2


Komentar Pembaca