// Create arrays of articles
syndicate.article_title = new Array;
syndicate.article_url = new Array;
syndicate.article_date = new Array;
syndicate.article_summary = new Array;
syndicate.article_content = new Array;
// This section of the script is published by the software
syndicate.index = 0;
syndicate.article_title[ syndicate.index ] = 'Sangat luar biasa kalau setiap hari orang Papua mati satu persatu';
syndicate.article_url[ syndicate.index ] = 'http://www.melanesianews.org/suara/publish/opini_publik/Sangat_luar_biasa_kalau_setiap_hari_orang_Papua_mati_satu_persatu.shtml';
syndicate.article_date[ syndicate.index ] = 'Nov 23, 2007 - 12:51:16 AM';
syndicate.article_summary[ syndicate.index ] = 'Sangat luar biasa kalau setiap hari orang Papua mati satu persatu dari\njumlah penduduk yang secara kasar hanya 1,5 juta jiwa maka tidak\nmungkin lagi jumlah penduduk Papua akan meningkat dari jumlah itu.\nJumlah ini sampai hari ini masih menjadi misteri, dimana waktu\npelaksanaan PEPERA tahun 1969 jumlah penduduk 800.000 jiwa diwakili\noleh 1.026 orang tetapi setelah 40-an tahun Indonesia berhasil\nmenguasai dan menjajah Papua jumlah Penduduk Papua masih tidak naik2\njustru berkurang.';
syndicate.index++; syndicate.article_title[ syndicate.index ] = 'DAMPAK NEGATIF KEBUTUHAN TEKNOLOGI TERHADAP GENERASI SUKU BANGSA MUYU';
syndicate.article_url[ syndicate.index ] = 'http://www.melanesianews.org/suara/publish/opini_publik/Teknologi_Muyu_111107.shtml';
syndicate.article_date[ syndicate.index ] = 'Nov 13, 2007 - 4:25:20 AM';
syndicate.article_summary[ syndicate.index ] = 'Catatan SPMNews: Bacalah pandangan Nace Natalia menyangkut realitas suku Muyu setelah modernisasi menjangkau wilayah mereka. Contoh kasus suku Muyu ini dapat diterapkan bagi seluruh suku di Papua Barat dan suku-suku Masyarakat Adat di seluruh muka bumi.
\n\n
\n\nKasus yang diungkap di sini berniali universal, dan banyak dikeluhkan oleh Masyarakat Adat seantero dunia. Masyarakat Modern bermaksud dengan sistematis dan struktural memusnahkan Masyarakat Adat sebagai tanda kemajuan, sementara Masyarakat Adat berpandangan modernisasi dapat terjadi di tengah-tengah Masyarakat Adat, tanpa menghilangkan nilai-nilai, tatanan, pola dan sistem yang ada di dalam Masyarakat Adat. Umat manusia sedang menunggu ujung dari kedua pandangan ini.
\n\n';
syndicate.index++; syndicate.article_title[ syndicate.index ] = 'Opini: Mencari Sosok Pemimpin Papua sepeninggalan Theys Eluay';
syndicate.article_url[ syndicate.index ] = 'http://www.melanesianews.org/suara/publish/opini_publik/Sosok_Pemimpin_Papua_211007.shtml';
syndicate.article_date[ syndicate.index ] = 'Oct 21, 2007 - 8:27:50 PM';
syndicate.article_summary[ syndicate.index ] = 'Praktis sudah tidak ada lagi, pasca martirnya Pemimpin Papua yang refresentatif mendiang Theys H Eluay. Kelemahan dalam perjuangan berhadapan dengan Indonesia dan kekalahan demi kekalahan telah banyak menuai rakyat Papua Barat, praktis tanpa perlawanan dan manuver politik oleh pemimpin kecuali hanya letupan sedikit-sedikit yang dimainkan Sekjen PDP (Thaha Al-Hamid) tidak berarti kecuali hanya melahirkan beberapa penyakit masyarakat seperti wacana pemekaran Irian Jaya Selatan dan pengucurana dana Otsus oleh pemerintah sebagai senjata satu-satunya yang paling ampuh untuk melemahkan para pemimpin Papua Barat adalah lagu lama Indonesia yang kita tahu bersama dimainkan Jakarta. ';
syndicate.index++; syndicate.article_title[ syndicate.index ] = 'Mantan Panglima TPN/OPM Mathias Tabu pun Menolak';
syndicate.article_url[ syndicate.index ] = 'http://www.melanesianews.org/suara/publish/opini_publik/Tabu_pun_Menolak160707.shtml';
syndicate.article_date[ syndicate.index ] = 'Jul 16, 2007 - 10:58:22 PM';
syndicate.article_summary[ syndicate.index ] = '
\n\nJAYAPURA-Ribut-ribut soal wacana Bendera Bintang Kejora, Lagu Hai\nTanahku Papua dan Burung Mamberuk sebagai simbul kultur orang asli\nPapua, juga mengundang perhatian mantan Panglima TPN/OPM (Tentara\nPembebasana Nasional/Organisasi Papua Merdeka) wilayah\nMamberamo-Scotiau, Mathias Tabu.
\n\n
\n\nDirinya menolak dengan tegas jika Bendera Bintang Kejora, Lagu Hai\nTanahku Papua dan Burung Mamberuk dijadikan sebagai simbul kultur orang\nasli Papua. Sebeb menurutnya, Bendera Bintang Kejora bukanlah lambang\nkultur orang Papua, tapi itu murni sebuah lambang atribut perjuangan\nOPM.';
syndicate.index++; syndicate.article_title[ syndicate.index ] = 'Apakah Penyiksaan Pernah Dibenarkan?';
syndicate.article_url[ syndicate.index ] = 'http://www.melanesianews.org/suara/publish/opini_publik/Penyiksaan_Dibenarkan091107.shtml';
syndicate.article_date[ syndicate.index ] = 'Nov 9, 2007 - 6:18:28 PM';
syndicate.article_summary[ syndicate.index ] = 'Penyiksaan (torture) yang dimaksudkan adalah dengan sengaja\nmengakibatkan nyeri fisik atau mental pada orang lain. Penyiksaan\nmembuat orang lain menderita. Berabad-abad lamanya penyiksaan menjadi\npraktek yang tersebar luas. Dalam beberapa bahasa modern masih\nditemukan kata yang menunjuk pada kebiasaan ini, seperti rack (Inggris)\natau pijnbank (Belanda). Maksudnya adalah pembaringan yang dipakai\nuntuk menyakiti tahanan. Alatnya sekarang tidak ada lagi, tapi masih\ndikenal. Dalam bahasa Indonesia kita masih mempunyai kata \"pesakitan\"\nyang agaknya penyiksaan sebagai latar belakangnya.
\n\n';
syndicate.index++; syndicate.article_title[ syndicate.index ] = 'Otsus Lahirkan OKB (Orang Kaya Baru)';
syndicate.article_url[ syndicate.index ] = 'http://www.melanesianews.org/suara/publish/otsus/Otsus_Lahirkan_OKB_201007.shtml';
syndicate.article_date[ syndicate.index ] = 'Oct 21, 2007 - 8:35:19 PM';
syndicate.article_summary[ syndicate.index ] = 'Pemberlakuan UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua bukan saja dinikmati masyarakat, namun yang lebih merasakan adalah para aparatut pemerintahan. Bahkan anggota DPRD Prov Papua Barat, Dance Bleskadit SPd menyindir, Otsus melahirkan orang-orang kaya baru. ‘’Dampak dari UU Otsus sungguh luar biasa dasyatnya. Kehadiran Otsus, melahirkan OKb-OKb alias orang-orang kaya baru,’’ ujar Dance menyindir.';
syndicate.index++;
// Set defaults for arguments if user hasn't set them
if (syndicate.title_fontface == null) { syndicate.title_fontface = 'Geneva, Arial, sans-serif'; }
if (syndicate.title_fontsize == null) { syndicate.title_fontsize = '2'; }
if (syndicate.title_fontcolor == null) { syndicate.title_fontcolor = '#003399'; }
if (syndicate.title_fontbold == null) { syndicate.title_fontbold = true; }
if (syndicate.title_fontital == null) { syndicate.title_fontital = false; }
if (syndicate.date_fontface == null) { syndicate.date_fontface = 'Geneva, Arial, sans-serif'; }
if (syndicate.date_fontsize == null) { syndicate.date_fontsize = '1'; }
if (syndicate.date_fontcolor == null) { syndicate.date_fontcolor = '#6699cc'; }
if (syndicate.date_fontbold == null) { syndicate.date_fontbold = false; }
if (syndicate.date_fontital == null) { syndicate.date_fontital = false; }
if (syndicate.date_fontunder == null) { syndicate.date_fontunder = false; }
if (syndicate.summary_fontface == null) { syndicate.summary_fontface = 'Geneva, Arial, sans-serif'; }
if (syndicate.summary_fontsize == null) { syndicate.summary_fontsize = '2'; }
if (syndicate.summary_fontcolor == null) { syndicate.summary_fontcolor = '#6699cc'; }
if (syndicate.summary_fontbold == null) { syndicate.summary_fontbold = false; }
if (syndicate.summary_fontital == null) { syndicate.summary_fontital = false; }
if (syndicate.summary_fontunder == null) { syndicate.summary_fontunder = false; }
if (syndicate.title_maxlength == null) { syndicate.title_maxlength = 0; }
if (syndicate.summary_maxlength == null) { syndicate.summary_maxlength = 0; }
if (syndicate.bgcolor == null) { syndicate.bgcolor = '#ffffff'; }
if (!syndicate.max_articles) { syndicate.max_articles = syndicate.article_title.length; } // !syndicate.max_articles catches null and zero
if (syndicate.display_date == null) { syndicate.display_date = true; }
if (syndicate.display_summaries == null) { syndicate.display_summaries = true; }
// Don't allow user to display too many articles
if (syndicate.max_articles > syndicate.article_title.length) {
syndicate.max_articles = syndicate.article_title.length;
}
/*
//Function to crop text on word boundaries
function crop_text(text, max_length) {
// If the string is already small enough, return it unscathed
if (text.length <= max_length) { return( text ); }
// If the user has specified a length of 0, it means he wants the whole thing
if (max_length == 0) { return( text ); }
// Start looking for a space, leaving space for an elipsis on the end
var test_length = (max_length - 3);
if (test_length < 1) { return( '...' ); } // max_length too small
while (text.charAt(test_length) != ' ') {
test_length--;
// If we didn't find any spaces to break on, return the string broken at max_length
if (test_length == 0) { return( text.substring(0, max_length - 3) + '...' ); }
}
return text.substring(0, test_length) + '...';
}
*/
// List our articles, stopping if the user doesn't want any more
for ( syndicate.index = 0; syndicate.index < syndicate.max_articles ; syndicate.index++ ) {
/*syndicate.article_title[syndicate.index] = crop_text(syndicate.article_title[syndicate.index], syndicate.title_maxlength);
syndicate.article_summary[syndicate.index] = crop_text(syndicate.article_summary[syndicate.index], syndicate.summary_maxlength);*/
document.write('
Powered by PAPUAPost.com
'); document.write('