6 Tahun Kematian Theys

Kategori: Teror Militer, Gugat Genosida, Politik Nasional
Oleh SP Daily
Nov 10, 2007 - 6:38:40 PM
Halaman ke: 1 2

Presiden Didesak Selesaikan Pelanggaran HAM di Papua
[JAYAPURA] Solidaritas Untuk Korban Pelanggaran Hak Asasi Manu- sia (SikaP-HAM) mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla melalui Komisi Nasional (Komnas) HAM membentuk Tim Komisi Penyelidik Pelanggaran (KPP) HAM untuk menyelesaikan pelanggaran HAM di Tanah Papua.

Salah satunya, diharapkan mencari fakta tentang keberadaan Aritoteles (Ari) Masoka, pengemudi Ketua Presidium Dewan Papua (PDP), Theys Hiyo Eluay yang meninggal akibat tindakan kekerasan aparat keamanan pada 10 Nopember 2001 di Jayapura.

Demikian pernyataan pekerja HAM yang dibacakan Koordinator Survivar Abepura, Fred Wesaraak di Kantor Kontras Padang Bulan, Abepura, Jayapura, Papua, Jumat (9/11).

Pernyataan itu merupakan pemikiran bersama dari Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI), Kontras Papua, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua, Sekretariat Keadilan dan Perdamaian (SKP) Keuskupan Jayapura, Komunitas Surviror Abepura (KSA) dan Font Nasional Mahasiswa Pelajar Papua (FNMP) di Jayapura.

Walaupun kasus kematian Theys berlangsung pa- da 6 tahun silam, namun hingga saat ini belum ada ke- pastian. Oleh karena itu SikaP-HAM mempertanyakan keberadaan Ari terkait kasus penculikan dan pembunuhan Theys. Ditandaskan hilangnya Ari masih menjadi misteri. "Pekerja HAM di Papua mendesak Presiden Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla menuntaskan masalah pelanggaran HAM di Tanah Papua se- perti diamanatkan Undang- Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua," katanya.


Meminta

Sementara itu, Keluarga Besar Masoko yang diwakili ayah Ari, Yonas Masoka meminta Presiden Yudhoyono melalui Komnas HAM menyelesaikan kasus tersebut. "Jika Theys diungkap kasusnya, kenapa anak saya tidak diusut. Sampai saat ini belum jelas keberadaannya. Apakah dia sudah meninggal atau tidak. Kalau meninggal di mana tulang- belulangnya," ujar Yonas.

Ditandaskan, hilangnya Ari tidak bisa dipisahkan dari kasus kematian Theys. Pasalnya, saat itu Aristoteles sedang menyetir mobilnya Theys.

Namun, sampai saat ini tidak jelas keberadaannya. Oleh karena itu, Yonas meminta kepada Presiden Yu- dhoyono melalui Komnas HAM Papua dan pihak- pihak terkait membentuk Tim KPP-HAM untuk mencari keberadaan Ari.

Sementara itu, Koordinator Divisi Investigasi dan Monitoring Kontras Papua, Timotius Murib menegaskan, kasus Aris harus dituntaskan Presiden Yudhoyono.

"Sebagai pekerja HAM, kami melihat Theys sebagai tokoh pembela kemanusiaan," tandasnya. [ROB/W-8]


Lanjut baca sambungan di halaman: 1 2


Komentar Pembaca