JAYAPURA-Meski tidak bisa dipungkiri bahwa gerakan sparatis di Provinsi Papua dimungkinkan masih ada, namun saat ini di wilayah teritorial Kodam XVII/Cenderawasih (Papua dan sekitarnya) tidak lagi merupakan daerah rawan. Hal itu sebagaimana ditegaskan KSAD (Kepala Staf TNI Angkatan Darat), Jenderal TNI Djoko Santoso.
"Saya melihat Papua bukan merupakan daerah rawan. Anda (wartawan) lihat kan, Papua sampai saat ini aman-aman saja. Bahkan saya nilai kondisi Papua sangat bagus dan normal. Semua kegiatan kehidupan berjalan dengan baik, dan ini tugas kita semua untuk menjaga dan mempertahankan situasi seperti ini," kata KSAD kepada wartawan usai Sertijab Pangdam XVII/Cenderawasih di Makodam (Polimak), kemarin.
Ditegaskan oleh KSAD, kebijakan TNI-AD dalam memandang tingkat kerawanan gangguan keamanan di wilayah Papua, sama dengan daerah lain. ''Di Indonesia, tidak ada daerah yang dikatakan daerah rawan atau tidak rawan. Semua sangat tergantung eskalasinya. Jika, eskalasinya berkembang menjadi rawan, maka daerah itu akan dinilai sebagai daerah rawan. Namun kalau biasa-biasa saja, sebagaimana di Papua saat ini, maka bukan merupakan daerah yang rawan,'' tandasnya.
Tentang ancaman gerakan separatis, menurut KSAD, solusi dan penanganan yang dilakukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) adalah melalui pendekatan persuasif, yakni pembinaan, komunikasi dan pendidikan guna menghindari hal-hal negatif sebelum semuanya terjadi.
"Mengenai separatis, kami akan melakukan kerja sama dengan kepolisian maupun seluruh komponen masyarakat yang ada di Papua. Penanganan yang diambil, tentu tetap mengedepankan aspek-aspek kemanusiaan," ujar KSAD.
Disinggung tentang penanganan keamanan di daerah perbatasan, khususnya perbatasan darat---yang mana Papua berbatasan langsung dengan PNG, menurut KSAD, itu sudah menjadi tugas TNI-AD, yakni menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI.
Namun begitu, agar tugas-tugas yang dijalankan TNI-AD bisa lebih baik lagi, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan institusi lain seperti Polda Papua, Imigrasi dan instansi lain.
"Sejauh ini kondisi dan situasi serta aktivitas kehidupan di wilayah perbatasan Indonesia (Papua) dengan PNG sudah berjalan dengan baik. Harapan saya, situasi kondusif seperti ini bisa dipertahankan dan ditingkatkan kedepannya," harapnya.
Sementara itu ketika disinggung tentang sikap Mabes TNI-AD terhadap dugaan-dugaan penyelewengan keuangan di tubuh TNI-AD, terutama dalam pengadaan alat-alat persenjataan, Joko Santoso menjelaskan, semenjak dirinya menjadi KSAD, salah satu kebijakan yang dilakukan adalah tertib administrasi.
Tertib administrasi tersebut bagian dari proses manajemen atau mengoptimalkan proses manajemen. Itu juga bagian dari tugas pemimpin yang tidak bisa dipisahkan.
''Tertib administrasi itu penting, sebab kedepan bangsa Indonesia bertekad untuk menertibkan hukum, administrasi dan sistem, supaya bangsa ini kedepan lebih maju dan tertib,''ujarnya.
Soal dugaan kasus korupsi di Kodam XVII/Cenderawasih yang nilainya ditaksir mencapai Rp 24 milliar, kata KSAD, itu baru sebatas dugaan. Jika memang dalam perkembangannya nanti benar bahwa ada tindakan seperti itu, maka sudah pasti akan diproses lebih lanjut.
Sementara itu, dalam sambutannya saat menjadi inspektur upacara dalam Sertijab Pengdam XVII/Cenderawasih dari pejabat Lama Mayjen TNI Zamroni,SE kepada penggantinya Brigjen TNI Haryadi Seotanto, KSAD menegaskan bahwa alih tugas dan jabatan di lingkungan organisasi TNI-AD merupakan dinamika internal organisasi yang wajar. Bahkan tuntutan serta kebutuhan dalam rangka peningkatan kinerja satuan, rolling itu harus dilakukan.
Tuntutan melaksanakan tugas, lanjut KSAD, menjadi penting menginggat wilayah Kodam XVII/Cenderawasih secara geografis memiliki kedudukan yang strategis sebagai wilayah yang berbatasan dengan negara tetangga.
"Menghadapi tantangan yang berat ini, semangat prajurit tidak boleh surut dan menyerah pada keadaan. Saya berharap para prajurit tetap tegar dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab, seraya berupaya dapat membantu mengatasi kesulitan rakyat," harapnya.
Ditambahkan, wilayah Papua dengan berbagai suku, budaya dan adat istiadat yang ada, memiliki tingkat heteroginitas masyarakat yang tinggi. Namun di satu sisi juga merupakan bagian kekayaan khasanah budaya bangsa Indonesia, yang bila tidak dikelola dengan baik dapat menjadi sumber permasalahan sosial yang berkembang menjadi konflik yang mengarah ke disintegrasi bangsa.
"Sebagai bagian dari TNI-AD, saya minta prajurit peka terhadap lingkungan dan mewaspadai segala permasalahan sosial, termasuk siap dan mampu menghadapi berbagai aksi dan gangguan dari siapapun yang merugikan rakyat terlebih lagi mengancam keutuhan NKRI," tegasnya.
Sementara itu meski pelaksanaan Sertijab kemarin berlangsung cukup sederhana, namun ada tamu istimewa. Ya, setidaknya dihadiri oleh tiga Pangdam yakni Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Agus Suyitno, Pangdam VII/Wirabuana Mayjen TNI Djoko S Utomo dan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Surono Gino. Bahkan Danjen Kopassus Brigjen TNI Soenarko juga hadir. Selain mereka, pejabat yang tampak hadir adalah Gubernur Papua Barnabas Suebu SH, Kapolda Irjen Pol. Drs Max Donald Aer, Ketua MRP Dr. Agus Alua, Ketua DPRD IJB Drs. Jimmy Ijie dan masih banyak lagi. (mud)
Papua Tak Rawan Lagi
Soal Sparatis Akan Dihadapi Secara Persuasif