Sempat Rusuh, Timika Aman

Kategori: Teror Militer
Oleh Koteka Webmaster dari Cepos
Nov 6, 2007 - 12:58:43 AM
Halaman ke: 1 2

Buntut Meningglanya AKP Yance Ikomauw Setelah Berkelahi Dengan AKP Yulius Yawan
TIMIKA-Meski sejak Sabtu (3/11) hingga Minggu siang kemarin, Kota Timika sempat mencekam dan lumpuh, bahkan sampai terjadi pembakaran beberapa bangunan---sebagai akibat tewasnya AKP Yance Ikomauw (Kasat Samapta Polres Mimika) setelah berkelahi dengan Kapolsek Mimika Baru AKP Yulius Yawan, namun petang kemarin sekitar pukul 17.00 WIT, Kota Mimika kembali aman (kondusif).

Sebagaimana yang dilaporkan wartawan Cenderawasih Pos, yang meliput peristiwa tersebut di Timika, situasi Kota Timika, mulai tegang (mencekam) sejak Sabtu (3/11) subuh.

Hal itu, sebagai akibat adanya aksi massa dari salah satu suku yang melakukan pengrusakan kantor Polsek Timika Baru, memblokir sejumlah ruas jalan dengan ban-ban yang dibakar, menaruh batu maupun pohon yang ditumbangkan dan ditaruh melintang menghalangi jalan.

Ruas jalan yang diblokir itu antara lain di Jalan Budi Utomo (Sekitar Lapangan Timika Indah), Jalan Yos Sudarso (Depan Bank Papua dan Bank Mandiri), Jalan Trikora, Jalan Belibis (Sekitar Lapangan Timika Indah), jalan-jalan yang menuju ke Perumahan Timika Indah seperti Jalan Kesehatan, serta ruas jalan lainnya.

Mereka memblokir jalan dengan cara menaruh pohon-pohonan yang ditumbangkan, menaruh bebatuan di tengah jalan dan lain-lain. Petugas dan masyarakat lain, saat itu tidak bisa berbuat banyak, sebab massa yang terdiri dari orang deawasa dan anak-anak menjaga lokasi pemblokiran itu dengan bersenjatakan panah.

Ratusan massa itu marah karena mendengar kematian Kepala Satuan Samapta Ajun Komisaris Polisi Yance Ikomouw, salah satu tokoh masyarakat Paniai yang mereka segani di Mimika. AKP Yance Ikomouw, sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Kapolsek Mimika Baru (2004--2006).

Dari informasi yang diperoleh Cenderawasih Pos, kejadian ini berawal ketika putra dari AKP Yance Ikomouw yang berinisial MI itu mabuk bersama teman-temannya di sekitar Jalan Ahmad Yani, Sabtu (3/11) sekitar pukul 03.00 WIT.

Saat itu, mobil patroli Polsek lewat dan menegur supaya MI dan teman-temannya bubar. Namun beberapa saat kemudian, setelah mobil patroli lewat lagi di tempat yang sama, MI dan teman-temannya masih berada di tempat tersebut, sehingga aparat yang melakukan patroli sempat melakukan pemukulan kepada MI.

Atas kejadian ini, MI kemudian pulang ke rumah dan lapor ibunya yang diteruskan ke bapaknya, AKP Yance Ikomouw. Mendengar laporan anaknya itu, AKP Yance Ikomouw merasa tidak terima dan mengejar mobil patroli Polsek dan menemukannya di Gorong-Gorong, Jalan Ahmad Yani. Tanpa ini dan itu, AKP Yance Ikomouw kemudian memukuli anggota patroli di atas mobil patroli.

Karena yang memukul ini berpangkat lebih tinggi, petugas patroli itu tak bisa berkutik. Mereka memilih kembali ke Mapolsek Mimika Baru. Melihat mobil patroli terus berlalu, AKP Yance Ikomouw bersama istri dan anaknya, dengan kendaraan bermotor mengejar dari belakang.

Setibanya di Mapolsek, anggota polisi yang ada, dipukuli dengan rotan oleh AKP Yance Ikomouw. Mendapat perlakukan seperti itu, sementara mereka merasa sedang bertugas, maka anggota Polsek melapor ke Kapolsek, AKP Yulius Yawan.

Kapolsek Yulius Yawan yang tinggal di rumah dinas di belakang Mapolsek, kemudian datang. Dari sinilah terjadi perkelahian antara Kapolsek AKP Yulius Yawan dengan AKP Yance Ikomouw.

Perkelahian berhasil dilerai. Namun pada saat AKP Yance Ikomouw hendak pulang-yakni saat sampai di dekat mobilnya, dia terjatuh. Selanjutnya AKB Yance Ikomouw dilarikan ke RSMM (Rumah Sakit Mitra Masyarakat).

Peristiwa ini menjadi perhatian serius Polda Papua. Sabtu itu juga, Polda Papua mengirim para petingginya yang dipimpin oleh Wakapolda Brigjen Pol. Drs. F.R. Andi Lolo,SH,MH.

Kehadiran Wakapolda ke Timika sempat dihadang cuaca buruk. Karena cuaca buruk, pesawat yang ditumpangi Wakapolda tidak bisa masuk ke Timika, sehingga pilot memutuskan mendarat di Nabire.

Setelah singgah di Nabire sekitar setengah jam, cuaca dikabarkan baik, penerbangan ke Timika dilanjutkan lagi dan tiba di Timika sekitar pukul 16.30 WIT. Selanjutnya, Wakapolda dan rombongan dari Polda itu menuju ke Polsek Mimika Baru dan tidak lama kemudian menuju ke Lapangan Timika Indah untuk bertemu massa.

Dalam pertemuan pertama ini tidak membuahkan hasil, karena massa masih emosi dan tetap menuntut kehadiran AKP Yulius Yawan untuk dibunuh secara massal. Karena situasi sudah gelap, sekitar pukul 18.10 WIT, Wakapolda dan rombongan kemudian menuju ke penginapan.

Sekitar pukul 18.30 WIT, seorang anggota Brimob Den B Polda Papua Timika bernama Bripda Paul Rumbewas, dikeroyok massa di Lapangan Timika Indah, saat melakukan pengamanan. Saat itu massa juga berhasil merampas satu pucuk senjata tipe SS 1 dan dua magazen berisi amunisi aktif.
Atas situasi ini, Wakapolda menegaskan, situasi Timika masih dalam status Siaga I. Aparat keamanan dari Polri dan TNI masih berjaga-jaga di sekitar pertokoan, gedung-gedung swasta maupun pemerintah serta objek fital lainnya.

Kemarahan massa akibat meninggalnya Yance itu berlanjut lagi pada Minggu (4/11) pagi. Mereka kembali memblokir jalan dan yang lebih parah lagi massa melakukan pembakaran rumah-rumah warga.



041107-utm1.jpg
Tentara, Polisi Papua jangan anggap diri bagian dari NKRI. Anda sudah dibunuh ni? Macam Mata buta ka!



Lanjut baca sambungan di halaman: 1 2


Komentar Pembaca