TIMIKA-Pasca adanya perdamaian antara pihak keluarga Suku Mee yang merupakan keluarga dari almarhum AKP Yance Ikomauw dengan aparat keamanan, Minggu (4/11) lalu, kondisi Kota Timika sudah semakin kondusif.
Dari pantauan Cenderawasih Pos di lapangan, aktifitas perkantoran, sekolah-sekolah, pertokoan dan aktifitas masyarakat yang sebelumnya lumpuh, mulai Senin pagi, semua sudah kembali normal.
Anak-anak sekolah sudah masuk sekolah seperti biasanya, kantor-kantor juga sudah nampak kembali beraktifitas seperti biasa. Tak ketinggalan, toko-toko maupun kantor swasta lainnya yang sebelumnya sempat tutup, mulai Senin kemarin juga sudah nampak kembali normal.
Wakapolda Papua, Brigjen Pol Drs. F.R. Andi Lolo,SH,MH saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Senin (5/11) kemarin mengatakan, situasi Kota Timika sudah semakin kondusif.
“Ribuan warga yang sebelumnya sempat mengungsi, mulai tadi sudah pada kembali ke rumahnya masing-masing. Yang ada di penampungan sisa warga yang rumahnya terbakar dan dirusak,” ungkapnya.
Saat ditanya soal berapa jum-lah rumah yang terbakar, Wakapolda mengatakan, yang terbakar 10 rumah. “Memang ada informasi 16 rumah, tetapi hanya 10 yang terbakar dan sisanya dirusak, tetapi tidak hancur semua,” katanya.
Menurut Wakapolda, dalam kasus pembakaran rumah yang dilakukan oleh warga yang emosional itu, hampir saja memakan korban jiwa seorang anak kecil. “Waktu massa membakar rumah, ada anak kecil yang berusia sekitar 6 tahun yang sudah disiram minyak tanah. Namun untungnya, saat orang yang menyiram minyak itu sedang cari korek untuk membakarnya, anak kecil itu berhasil lari dan sembunyi di semak-semak,” tuturnya.
Setelah rumah ludes terbakar, warga lainnya sempat mencari keberadaan anak kecil itu, karena diduga turut hangus terbakar. Tetapi setelah seluruh puing-puing kebakaran dibongkar tidak terdapat jenazah anak kecil itu. “Pada saat dilakukan pencarian itulah, anak kecil yang dicari itu muncul dari semak-semak dan di sekujur badannya masih bau minyak tanah,” terang Wakapolda.
Selain rumah, ada beberapa mobil dan yang sepeda motor yang juga dirusak oleh massa. “Setidaknya ada dua mobil yang dirusak, satunya merupakan mobil ambulan yang sempat dibakar pada bagian depannya, namun untung berhasil dipadamkan,” lanjutnya.
Saat ditanya soal senjata api jenis FN milik seorang anggota TNI bernama Lettu Mulyawan yang dirampas massa saat situasi kacau, Sabtu (3/11) lalu, Wakapolda mengatakan, hingga kemarin senjata itu belum ditemukan.
Terkait hal ini, pihaknya juga telah menghimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para kepala suku, apabila ada warganya yang mendapatkan Senpi itu supaya dikembalikan.
Kemudian terkait rumah-rumah warga yang dibakar massa, Wakapold mengatakan, pihaknya masih menunggu Pemda Mimika untuk membicarakan masalah tersebut.
Dari informasi yang diperoleh Cenderawasih Pos di lapangan, untuk membahas masalah kerugian material akibat kerusuhan yang terjadi Sabtu dan Minggu (3-4/11) itu, sesuai rencana hari ini, Pemda Mimika bersama unsure Muspida akan melakukan rapat guna membahas masalah tersebut.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, salah satu tanda perdamaian yang dilakukan di Lapangan Timika Indah, Minggu (4/11) adalah dengan penyerahan senjata api jenis SS 1 milik Brimob yang sebelumnya dirampas massa. Senpi itu diserahkan oleh kepala suku Piet Nawipa kepada Wakapolda Papua, Brigjen Pol. Drs. F.R Andi Lolo, SH,MH. Setelah itu, Wakapolda juga menyerahkan 22 warga yang sempat diamankan kepada kepala suku Piet Nawipa.
Namun, 22 warga yang sempat diamankan itu diingatkan, jika mengulangi perbuatannya di lain waktu, maka itu merupakan masalah baru dan akan diproses hokum. (fud)
Situasi Timika Makin Kondusif
Senpi Milik TNI Belum Ditemukan