Terkait Tewasnya Krinus Pagawak yang Diduga Dianiaya Serda YK
SENTANI - Kasus penganiyaan yang dilakukan oknum anggota TNI-AD anggota Korem 172/PWY, berinisial Serda YK terhadap korban Krinus Pagawak (23) (bukan Rudi Pagawak) yang akhirnya tewas, sangat disesalkan oleh anggota DPRD Kabupaten Jayapura Evensius Lusi Tolok, yang merupakan salah satu anggota dewan yang berasal dari Lereh, Distrik Kaureh.
“Sangat disayangkan, anggota TNI yang seharusnya melindungi rakyat, justru terlibat kasus penganiayaan terhadap warga, hingga menyebabkan korban meninggal. Padahal masalahnya hanya sepele saja, ”ungkap Even Tolok kepada Cenderawasih Pos, Senin (5/11) kemarin.
Menurut Even, mencuatnya kasus penganiayaan terhadap Rudi Pagawak hingga menyebabkan nyawa korban tidak tertolong ini, merupakan salah satu kasus ulah oknumn TNI yang bertugas di Lereh.
Bahkan baru-baru ini, saat dirinya bersama rombongan ke Lereh dalam rangka sosialisasi rencana musyawarah Dewan Adat Yapsi, Kaureh, salah satu sopir starwagon DS 7381 JK yang bernama Ismail yang ikut dalam rombongannya, mendapat tempeleng dari anggota TNI yagn bertugas di Lereh. Alasannya hanya sepele, karena mobil starwagon yang dikemudikan di areal sinar mas parkirnya agak ke tengah jalan. “Ada juga keluhan dan laporan masyarakat terhadap ulah oknum TNI, namun tidak pernah terekspose, ”ujarnya.
Pihaknya juga merasa heran, mengapa di wilayah perkebungan Kaureh ini banyak tentara, padahal sudah ada anggota Koramil dan juga Polses Kaureh yang bertugas di sana. Buntut dari kasus penganiayaan terhadap Rudi Pagawak ini, menurut Even saat ini, masyarakat merasa tidak nyaman lagi dengan keberadaan anggota TNI di Lereh.
Sementara itu, Kepala Suku Dani di Kaureh, Beny Kenelak Togodly juga sangat menyayangkan terjadinya insiden penganiayaan hingga mengakibatkan seorang warganya tewas. Menurutnya, walau perbuatan korban dianggap kurang sopan dengan tidak meminta izin saat melewati pos penjagaan, tetapi sanksi fisik tidak perlu diterapkan apalagi sampai terjadi pemukulan sehingga korban tewas.
Beny menuturkan bahwa yang diinginkan warga adalah TNI ditarik dari lokasi perkebunan, diganti oleh security dan dibackup oleh aparat kepolisian. (ade/tri
DPRD Sesalkan Ulah Oknum TNI di Lereh
Diposkan di:
Teror Militer
Oleh Cepos
Nov 6, 2007 - 7:50:58 PM
Nov 6, 2007 - 7:50:58 PM
© Copyright 2008 by PAPUAPost.com