Teroris Asal Indonesia Tertembak di Filipina

Kategori: Lawan Terror, Teror Global
Oleh Cepos
Feb 24, 2008 - 7:26:18 AM

Dikabarkan Mati 4 Kali : Awas Teroris Merah-Putih!!!
Jakarta-Kabar ditembak matinya tersangka teroris asal Indonesia, Dulmatin, Kamis (25/1) lalu di Filipina belum bisa dikonfirmasi oleh Departemen Luar Negeri. Sebab hingga kini Pemerintah Filipina masih menunggu hasil tes DNA jenazah tersangka teroris yang diduga milik Dulmatin.

Jubir Deplu Kristiarto Legowo di Ruang Palapa, Jalan Pejambon kemarin, mengungkapkan pemerintah Indonesia masih menunggu hasil pemeriksaan pihak terkait untuk membuktikan kebenaran berita kematian Dulmatin. "Mereka butuh waktu seminggu untuk mendapatkan hasil tes DNA jenazah yang diduga milik Dulmatin," ujarnya.

Lebih jauh dia mengatakan berita tentang tewasnya Dulmatin juga pernah mencuat beberapa kali dalam waktu lalu, namun kemudian terbukti tidak benar. Untuk memastikan hal ini Deplu telah meminta Perwakilan RI untuk bekerjasama dengan otoritas setempat dalam mencari fakta.

Selain mengklaim telah membunuh Dulmatin, militer Filipina juga mengatakan telah berhasil melukai Umar Patek, rekan Dulmatin dalam sebuah penyerangan bersenjata di dekat kota Talipao Jolo Filipina. Namun hal tersebut juga belum bisa dikonfirmasi. Mengenai klaim bahwa Umar Patek yang mengalami luka-luka, lanjut Kris, kemarin pagi telah ada pernyataan dari pimpinan militer Filipina. "Mereka juga belum bisa memastikan apakah benar Umar Patek yang menderita luka-luka.

Sedangkan mengenai adanya WNI tersangka teroris yang ditangkap, saat ini Perwakilan RI di Filipina tengah mengupayakan akses konsuler. Tujuannya, untuk memberikan perlindungan dan bantuan hukum bagi WNI yang ditangkap tersebut. "Tapi akses konsuler belum bisa diberikan karena Pemerintah Filipinapun belum bisa memastikan apakah yang ditangkap tersebut berstatus WNI," ujar mantan wakil dubes RI untuk Australia itu.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Perlindungan WNI dan BHI Deplu Teguh Wardoyo informasi soal ditembaknya Dulmatin telah empat kali dia dengar. "Tapi empat kali kirim nota protes, jangankan dapat balasan ditanggapi aja enggak," katanya ketika ditemui di ruang kerjanya kemarin.

Dia berharap pemerintah Filipina segera memberikan notifikasi resmi agar berita tentang terbunuhnya tersangka kasus bom Bali I itu tidak simpang siur. Dan menurutnya, bagaimanapun manusia hanya punya satu tubuh dan satu nyawa yang tidak bisa dinyatakan tewas tapi beberapa waktu kemudian kembali dinyatakan berhasil ditembak mati.

Sebelumnya menurut informasi dari media di Filipina, tahun 2005 silam aparat Filipina berhasil membunuh Dulmatin. Pada 27 Januari 2005, Dulmatin diyakini tewas dalam serangan pesawat tempur dan helikopter militer Filipina di kawasan Mindanao.

Namun pada Agustus 2006, nama Dulmatin kembali disebut oleh media Filipina sebagai salah satu korban tewas di antara enam anggota kelompok Abu Sayyaf yang ditembak oleh militer Filipina di Filipina selatan. (nue)



Komentar Pembaca