KEEROM-Pemukulan yang diduga dilakukan seorang oknum TNI dari Tribuana (Kopasus), berinisial Pratu Dd, terhadap Kepala Distrik Arso bernama Drs, Charles Tafor, yang terjadi di Jalan raya Arso II, Kamis (18/10), sekitar pukul 18.30 WIT, ternyata berbuntut panjang. Pasalnya, ratusan warga yang tidak menerima perlakuan aparat tersebut langsung melakukan pemalangan jalan raya di Keerom.
Ratusan Penduduk asli Kabupaten Keerom tersebut secara spontan, Kamis (18/10), sekitar pukul 19.20 WIT, melakukan pemalangan terhadap jalan raya di Kabupaten Keerom.
Menurut keterangan dari korban Drs, Charles Tafor, kejadian penganiayaan tersebut haya gara-gara salah paham. Saat itu dirinya dan keluarga sedang menggunakan mobilnya L 200 dari arah Arso ke Jayapura, sementara pelaku juga menggunakan mobil yang sama L 200 dari arah berlawanan yakni dari Jayapura ke Arso.
Kedua mobil tersebut kemudian bertemu pada jarak 200 meter dari kantor Distrik Arso, tepatnya dijalan raya trans Irian Arso II. Saat itu dirinya kemudian menghindar tumpukan karang dari pasir di samping jalan raya, namun kerena kendaraan yang digunakannya tersebut salah satu lampunnya depannya rusak, sehingga dirinya terpaksa menyalakan lampu panjang dan tanpa sengaja mengenai mobil pelaku, sehingga pancaran cahaya lampu mobil menyilaukan mata pelaku yang sementara mengedarai mobilnya.
Pelaku saat itu, merasa tersinggung, kemudian turun dari mobilnya dan selanjutnya melakukan pemukulan terhadap dirinya, yang sementara masih duduk didalam mobilnya.
“Pelaku tanpa tanya lansung melakukan pemukulan terhadap saya, padahal saya tidak sengaja menyalakan lampu panjang, dan setelah melakukan penganiayaan pelaku langsung melarikan diri,”jelas korban.
Aksi pemukulan tersebut, kemudian tersebar ke telinga warga, selanjutnya warga emosi dan melakukan pemalangan terhadap jalan raya, dengan cara menghaburkan batu-batu dijalan raya,serta menebang pohon, bahkan mereka juga membakar ban mobil.
Aksi tersebut berlangsung hingga Jumat (19/10), sekitar pukul 13,20 WIT, dimana warga bersikeras agar Danrem 172/PWY dan Dandim 1702-Jayapura segera hadir, dan meminta agar pos-pos kopasus segera ditarik dari Keerom.
Aksi tersebut ahirnya berhasil mereda setelah Bupati Kabupaten Keerom, Drs, Celcius Watae, sendiri turun langsung dan berdialog dengan warga, sehingga warga lansung setuju palang dibuka, dengan syarat Bupati harus berjanji agar menyampaikan semua aspirasi masyarakat tersebut kepada Gubernur dan Pangdam serta Danrem 172/PWY dan Dandim 1702-Jayapura.
“Saya minta agar warga segera membuka palang, sebab hal tersebut bisa dimanfaatkan oleh pihak ketiga, dan akan merugikan masyarakat sendiri, mengenai tuntutan warga, saya akan sampaikan dalam waktu dekat ke pimpinan oknum TNI terbut,”jelas Bupati.
Terkait dengan permasalahan ini Perwira Penghubung Dindim 1702-Jayapura, Kapten Inf, Untung sucipto, masalah tersebut hanya gara-gara salah faham, dan persitiwa tersebut sudah dilaporkan kepada pimpinannya, terkait dengan tindakan apa yang akan diberikan kepada Oknum TNI tersebut tersebut, bukan kewenangannya melainkan kewenangan pimpinannya.
“Saya akan melaporkan peristiwa ini kepada pimpinan, dan pimpinan yang akan mengambil keputusan,”jelasnya.
Sementara itu Ketua DPD KNPI Provinsi Papua M. Rifai Darus, SH mengatakan, pemalangan di Kabupaten Keerom akibat pemukulan yang diduga dilakukan oknum aparat TNI terhadap Kepala Distrik Arso Charles Tafor yang juga adalah Ketua KNPI Kabupaten Keerom sangat disesalkan. Pasalnya, aparat yang diharapkan dapat memberikan perlindungan dan menyelesaikan persoalan secara dingin justru langsung menggunakan tindak kekerasan.
Dikatakan peristiwa yang terjadi di Keerom itu kebetulan menimpa Kepala Distrik Arso, dan secara kebetulan juga adalah Ketua KNPI Kabupaten Arso. Karena itu, kata Rifai, peristiwa ini seperti itu diharapkan tidak terulang lagi di Papua dan meminta kajadian itu diusut tuntas.(cak/ito)
Ratusan Warga Keerom Palang Jalan - Buntut dari Kasus Dugaan Pemukulan Oknum TNI Terhadap Kadistrik Arso
Diposkan di:
Terorisme Negara
Oleh Cepos
Oct 20, 2007 - 7:48:30 AM
Oct 20, 2007 - 7:48:30 AM
© Copyright 2008 by PAPUAPost.com