PDP Terus Kejar Kematian Theys

Kategori: Terorisme Negara, Teror Militer, Teror Politis
Oleh Cepos
Nov 8, 2007 - 5:16:40 AM
Halaman ke: 1 2

Thaha: Persoalan Kenapa Theys Dibunuh, itu yang Kami Ingin Tahu
JAYAPURA-Sebagai korban pembunuhan, Alm Theys Hiyo Eluay memang sudah dikubur. Sebagai pelaku pembunuhan, beberapa anggota Kopassus memang sudah di hukum. Namun demikian, bukan berarti semua orang sudah bisa menerima kasus yang berawal dari penculikan, hingga akhirnya Theys ditemukan tak bernyawa di daerah persawahan Koya Timur, Distrik Muaratami, Kota Jayapura, itu.

Adalah Presidium Dewan Papua (PDP) yang belum menerima kenyataan itu. Untuk itu, meski Theys sudah dikubur dan beberapa anggota Kopassus itu sudah dipenjara, namun pihak PDP sebagai organisasi yang saat itu dipimpin Theys, masih terus melakukan investigasi kasus pembunuhaj Theys ini. PDP ingin mencari pelaku pembunuhan (Dalang) yang sebenarnya. Karena Theys diduga dibunuh karena intervensi politik.

"Sampai sekarang, kasus meninggalnya Theys masih belum jelas, khususnya motif dari peristiwa itu apa, itu yang masih sedang kita telusuri," kata Sekretaris Jenderal (sekjen) Presidium Dewan Papua (PDP), Thaha Al Hamid, menjawab Cenderawasih Pos usai mengikuti peluncuran buku tentang jejak kasus Theys oleh Frits Ramandey di Hotel Papua, kemarin.

Sekadar mengingatkan, pada 10 November lusa bertepatan dengan Hari Pahlawan. Namun pada hari itu juga, genap 6 tahun meninggalnya tokoh sentral Papua (Ketua PDP) Almarhum Theys Hiyo Eluay. Pada enam tahun silam, tepatnya 10 November 2001, Theys ditemukan tewas mengenaskan.

Menurut Thaha, meski kasus pembunuhan Theys sudah menggelinding sejak 6tahun silam, namun PDP merasa belum menemukan kejelasan dari kasus itu yang sebenarnya. "Rakyat sebenarnya perlu tahu motif kasus ini. Siapa pembunuh Theys, kita memang sudah tahu. Namun kenapa Theys sampai dibunuh, itu yang sampai sekarang kita belum tahu. Jadi kami ingin mencari motifnya pembunuhannya," tandas Thaha.

Ditambahkan oleh Thaha, motif pembunuhan terhadap Theys, selama ini membuat penasaran. Apakah itu motif politik? Apakah karena bersepkulasi? Semua belum jelas. Bagi rakyat, kata Thaha, pasti karena motif politik. Namun di sejumlah media baik lokal maupun nasional, masih kata Thaha, melansir bahwa motifnya adalah motif ekonomi. "Nah ini yang jadi persoalan kenapa dia bunuh," imbuhnya lagi.

Yang tidak kalah pentingnya adalah siapa yang memerintahkan pembunuhan Theys, sampai sekarang juga tidak terungkap. Ironisnya, KPN (Komisi Penyelidik Nasional) khusus Kasus Theys justru mengungkapkan bahwa kasus itu bukanlah satu bentuk pelanggaran HAM.

"Jadi menurut masyarakat yang waras, ini adalah sebuah peristiwa yang luar biasa yang memang penanganannya juga harus berbeda. Masa' perisrtiwa begitu, anda bilang kriminal. Peritiwa kasus pembunuhan Theys itu disamakan kira-kira oleh KPN dengan kasus pembunuhan yang terjadi di Yapis kemarin itu, yakni maling terus dibunuh tapi bedanya disana pelakunya rakyat kecil," tuturnya.

Tetapi kata Thaha, yang membunuh Theys itu adalah perintah gagah perkasa, sehingga motif itu sampai sekarang pihaknya tidak tahu meskipun rakyat berpendapat itu adalah motif politik.

Karena itu, sampai sekarang pihaknya belum juga berhenti, pihaknya masih terus mengirimkam surat kepada beberapa pihak untuk terus mempertanyakan kasus itu. "Karena jangan lupa, Theys sudah jelas, tapi Aristoteles Masoka bagaimana, sampai sekarang kami masih perlu mencari tahu dimana posisi Ari baik itu melalui KONTRAS, Komisi Orang Tua yang anaknya sudah tidak ada, mereka terus mencari," katanya.

Hilangnya Aristoteles itu merupakan suatu peristriwa yang terkait dengan kasus Theys, sehingga dis ana ada dua nyawa. Karenanya, PDP akan terus mencari Ari dan mencari tahu motif pembunuhan itu. "Kami perlu tahu, oke siapa yang melakukan kita sudah tahu, tapi kita belum tahu motifnya apa, kenapa dia dibunuh dan siapa yang kasih perintah. Itu yang paling pokok dan paling penting," ujarnya serius.

Thaha menegaskan, adalah kewajiban PDP untuk terus mencari dan terus mencari kabar tentang Ari dan latar belakang dari pembunuhan itu. "Beberapa kali kami mendengar kabar bahwa Ari ada di sini, di sana dan sudah silence operation kami diam-diam dan kam utus orang kami cari, tapi kami tidak temukan,'' katanya.

Karenanya PDP tidak akan pernah puas, sebelum melihat Ari dan tahu apa motif penculikan dan pembunuhan Theys itu. "Satu hal untuk diketahui bahwa kalau dia (Ari) masih hidup, saya lihat dulu. Tapi kalau dia sudah mati, mana buktinya, entah itu jasadnya, tulang belulangnya dan sebagainya. Jadi apakah Ari sudah mati atau belum, bagi saya itu masih fifty - fifty," tandasnya.

Sementara itu untuk mengenang meninggalnya Almarhum Theys tanggal 10 November lusa, PDP akan tetap memberikan penghormatan. Namun bagaimana bentuk acaranya nanti, Thaha belum bisa memberikan keterangan rinci.

Namun yang pasti, keluarga dan masyarakat adat akan menggelar ibadah pengkhidmatan serta pembersihan di makam Theys. "Untuk mengenang kematian Theys, sebenarnya jika kita lihat beberapa tahun terakhir ini sudah menjadi agenda untuk semua orang," katanya. (ta/fud/cr-149)

Rahmatia/Cenderawasih Pos. Sekjen PDP, Thaha Al Hamid, saat diwawancari wartawan usai mengikuti acara peluncuran buku berjudul ''Menelusuri Jejak Kasus Pemimpin Bangsa Papua Theys Hiyo Eluay'' karyaw Frits Ramandey, kemarin.


Lanjut baca sambungan di halaman: 1 2


Komentar Pembaca